Harry Kane Bongkar Rahasia Comeback Inggris, Akui Laga Lawan Kongo Jadi Alarm Besar
Kredit Foto: FIFA
Timnas Inggris memang berhasil mengamankan tiket ke babak 16 besar Piala Dunia 2026, tetapi Harry Kane menegaskan kemenangan dramatis atas Republik Demokratik Kongo bukan alasan untuk berpuas diri. Sang kapten justru menilai pertandingan tersebut menjadi peringatan keras bahwa masih banyak aspek permainan yang harus diperbaiki sebelum menghadapi lawan berikutnya.
Kane mengaku Inggris sempat kehilangan kendali permainan pada awal laga dan dipaksa bekerja ekstra keras untuk membalikkan keadaan. Menurutnya, kemampuan bangkit memang menjadi modal penting, tetapi performa tim secara keseluruhan belum berada di level terbaik.
"Rasanya luar biasa. Pertandingan yang benar-benar gila. Mereka adalah tim yang tangguh dan setelah jeda minum pertama kami bermain jauh lebih baik. Kiper mereka melakukan sejumlah penyelamatan yang luar biasa," ujar Kane.
Striker Bayern Muenchen tersebut menilai keberhasilan Inggris lolos tidak lepas dari ketenangan seluruh pemain ketika menghadapi tekanan. Ia juga menyebut setiap anggota tim memiliki peluang menjadi penentu kemenangan ketika situasi sulit datang.
"Siapa pun bisa memiliki momen sebagai pahlawan, dan hari ini giliran saya. Sepanjang pekan kami juga berbicara untuk tetap menjadi diri sendiri," kata Kane.
Pernyataan itu mencerminkan perubahan mental yang mulai terbentuk di skuad asuhan Thomas Tuchel. Inggris kini tidak lagi hanya mengandalkan satu pemain, tetapi mampu mencari solusi dari kolektivitas permainan ketika rencana awal tidak berjalan sesuai harapan.
Meski demikian, Kane mengingatkan bahwa fase gugur selalu menghadirkan tekanan yang berbeda dibanding babak penyisihan grup. Setiap pertandingan menjadi pertaruhan hidup dan mati sehingga kesalahan sekecil apa pun dapat berakibat fatal.
"Namun, di fase gugur seperti ini yang terpenting adalah bisa lolos. Kami sudah memasuki tahap turnamen ketika Anda harus berjuang keras untuk meraih kemenangan, dan itulah yang kami lakukan hari ini," ucapnya.
Inggris sendiri nyaris tersingkir setelah Brian Cipenga membawa Republik Demokratik Kongo unggul cepat pada menit ketujuh. Gol tersebut membuat Three Lions harus mengejar ketertinggalan hampir sepanjang pertandingan.
Perubahan strategi yang dilakukan Thomas Tuchel selepas jeda mulai membuahkan hasil ketika lini tengah mampu menguasai permainan. Serangan Inggris menjadi lebih variatif dan tekanan terhadap pertahanan lawan terus meningkat hingga menit-menit akhir.
Kane akhirnya tampil sebagai pembeda lewat dua gol pada menit ke-75 dan ke-86 yang membalikkan keadaan menjadi 2-1. Dua gol itu memastikan Inggris lolos sekaligus mempertegas status sang kapten sebagai sosok yang mampu menentukan hasil pertandingan di momen krusial.
Baca Juga: Harry Kane Lewati Rekor Pele! Inggris Selamat dari Kejutan Kongo, Kini Tantang Meksiko di 16 Besar
Meski sukses menghindari kejutan di babak 32 besar, kemenangan tersebut tetap menyisakan pekerjaan rumah bagi Inggris. Lini belakang dinilai masih terlalu mudah kehilangan konsentrasi, sedangkan penyelesaian akhir baru efektif setelah pertandingan memasuki fase akhir.
Tantangan yang jauh lebih berat kini sudah menunggu di babak 16 besar ketika Inggris dijadwalkan menghadapi tuan rumah Meksiko. Kane berharap kemenangan dramatis atas Kongo menjadi pelajaran penting agar timnya tampil lebih siap dan tidak lagi membuang banyak peluang di pertandingan berikutnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama
Tag Terkait: