Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Prabowo Sambut Presiden Belarus Alexander Lukashenko, Perkuat Kerja Sama Ekonomi hingga Ketahanan Pangan

        Prabowo Sambut Presiden Belarus Alexander Lukashenko, Perkuat Kerja Sama Ekonomi hingga Ketahanan Pangan Kredit Foto: Istihanah
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Presiden RI Prabowo Subianto menerima kunjungan kenegaraan Presiden Republik Belarus Alexander Lukashenko di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (2/7/2026). Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya kedua negara memperkuat hubungan bilateral, terutama di sektor ekonomi, pertanian, dan ketahanan pangan.

        Kunjungan Lukashenko merupakan kunjungan balasan atas lawatan Presiden Prabowo ke Belarus pada 15 Juli 2025. Presiden Belarus telah tiba di Jakarta sehari sebelumnya, Rabu (1/7/2026), melalui Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma dan disambut Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin.

        Menteri Luar Negeri Sugiono mengatakan, kunjungan ini merupakan yang kedua bagi Lukashenko ke Indonesia setelah sebelumnya datang pada 2013. Menurutnya, momentum tersebut diharapkan semakin mempererat hubungan persahabatan kedua negara sekaligus membuka peluang kerja sama yang lebih luas.

        "Harapannya tentu kunjungan balasan Presiden Belarus ini dapat mempererat hubungan kedua negara serta memperkuat kerja sama ekonomi dan pemenuhan berbagai kebutuhan sumber daya," ujar Sugiono.

        Baca Juga: Presiden Belarusia jadi Kepala Negara Pertama yang Menginap di Istana Negara

        Dalam kunjungan tersebut, Indonesia dan Belarus juga dijadwalkan meresmikan Road Map for Bilateral Cooperation 2026–2030 sebagai panduan penguatan hubungan bilateral lima tahun ke depan.

        Dokumen tersebut akan menjadi landasan kerja sama di berbagai sektor strategis, mulai dari ekonomi, pertanian, ketahanan pangan, kebudayaan, hingga ilmu pengetahuan dan teknologi.

        Belarus sendiri merupakan salah satu mitra penting Indonesia di kawasan Eurasia sekaligus anggota utama Uni Ekonomi Eurasia (EAEU). Posisi tersebut dinilai strategis bagi Indonesia dalam memperluas akses perdagangan ke kawasan tersebut.

        Hubungan ekonomi kedua negara juga terus menunjukkan tren positif. Setelah Indonesia dan EAEU menandatangani Indonesia-EAEU Free Trade Agreement pada Desember 2025, nilai perdagangan Indonesia-Belarus pada 2025 tercatat mencapai sekitar US$221,3 juta, meningkat sekitar 30 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

        Pemerintah Indonesia pun berkomitmen meningkatkan ekspor berbagai komoditas unggulan ke Belarus, antara lain produk elektronik, hasil perikanan, karet, kakao, serta berbagai produk turunan minyak sawit.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Istihanah
        Editor: Istihanah

        Bagikan Artikel: