Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Beredar Info Jokowi dan Roy Suryo Sudah Salaman dan Deal, Benarkah?

        Beredar Info Jokowi dan Roy Suryo Sudah Salaman dan Deal, Benarkah? Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Sebuah video yang beredar di Facebook menampilkan mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Roy Suryo seolah-olah sedang berjabat tangan. Unggahan tersebut disertai narasi yang mengklaim keduanya telah bertemu dan berdamai setelah polemik kasus dugaan ijazah palsu.

        Namun, hasil penelusuran menunjukkan klaim tersebut tidak benar atau hoaks.

        Analisis menggunakan alat pendeteksi konten berbasis kecerdasan buatan, Hive Moderation, menunjukkan video tersebut memiliki probabilitas manipulasi digital hingga 99,8 persen.

        Temuan ini mengindikasikan bahwa video merupakan hasil rekayasa Artificial Intelligence (AI) atau deepfake, bukan rekaman peristiwa yang benar-benar terjadi.

        Penelusuran lebih lanjut mengarah pada laporan yang diunggah kanal YouTube Metro TV berjudul "Jokowi Buka Kesempatan Damai, Tapi Roy Suryo Tidak!" yang tayang pada 22 Desember 2025.

        Dalam laporan tersebut dijelaskan bahwa di tengah polemik tudingan ijazah palsu, Jokowi disebut membuka peluang penyelesaian damai atau pengampunan bagi sejumlah pihak yang terlibat.

        Namun, laporan itu menyebut peluang tersebut tidak berlaku bagi tiga tokoh yang selama ini menjadi sorotan dalam perkara tersebut, yakni Roy Suryo dan Dokter Tifa.

        Keduanya disebut tetap menjalani proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku. Karena itu, tidak ditemukan bukti kredibel yang mendukung narasi bahwa Jokowi dan Roy Suryo telah bertemu maupun berjabat tangan sebagaimana ditampilkan dalam video yang beredar.

        Kesimpulan

        Berdasarkan hasil analisis digital dan penelusuran terhadap informasi yang tersedia, video yang memperlihatkan Jokowi dan Roy Suryo berjabat tangan merupakan hasil rekayasa AI alias hoaks.

        Narasi yang menyertai unggahan tersebut tidak didukung bukti yang dapat diverifikasi sehingga dapat dikategorikan sebagai hoaks.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ferry Hidayat
        Editor: Ferry Hidayat

        Bagikan Artikel: