- Home
- /
- EkBis
- /
- Agribisnis
Belarusia Siap Pasok Pupuk hingga Teknologi Pertanian untuk Indonesia, Nilai Kerja Sama Tembus Rp8 Triliun
Kredit Foto: Pupuk Indonesia
Komitmen kerja sama senilai sekitar Rp8,1 triliun menjadi hasil awal pertemuan bisnis Indonesia dan Belarusia, menandai penguatan hubungan ekonomi kedua negara di sektor strategis.
Nilai kerja sama yang mencapai US$ 500 juta itu diumumkan setelah rangkaian pertemuan antara pelaku usaha kedua negara menjelang pertemuan resmi Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden Belarusia Aleksandr Lukashenko di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (2/7/2026).
Presiden Belarusia Aleksandr Lukashenko menegaskan negaranya siap mendukung kebutuhan sektor pertanian Indonesia melalui pasokan pupuk hingga teknologi modern.
"Kami siap menyalurkan pupuk lebih besar lagi, alat pertanian, teknik pertanian, dan sebagainya seperti disampaikan bapak presiden," ujar Lukashenko melalui penerjemah resmi.
Pernyataan tersebut menjadi respons atas permintaan Presiden Prabowo Subianto yang ingin memperluas kolaborasi kedua negara dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.
Menurut Prabowo, Indonesia membutuhkan mitra yang mampu mendukung modernisasi sektor pertanian, termasuk penyediaan bahan baku pupuk, alat berat, hingga teknologi pertanian.
"Di bidang ketahanan pangan kita bertekad untuk terus meningkatkan kerja sama. Indonesia dan Belarus memiliki potensi yang saling melengkapi untuk memperkuat kerja sama di bidang pertanian modern, pupuk, alat dan teknologi pertanian serta alat berat," kata Prabowo.
Prabowo menilai kerja sama tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.
Kolaborasi tidak hanya difokuskan pada perdagangan pupuk, tetapi juga mencakup transfer teknologi dan pemanfaatan peralatan modern yang dibutuhkan sektor pertanian Indonesia.
Pemerintah berharap dukungan teknologi dari Belarusia mampu mempercepat transformasi pertanian menuju sistem produksi yang lebih efisien dan berdaya saing.
Kerja sama tersebut juga dinilai dapat membantu petani memperoleh akses terhadap teknologi yang selama ini masih terbatas di sejumlah wilayah.
Baca Juga: Prabowo Bidik Kerja Sama Pertanian Modern hingga Industri Kendaraan Berat dengan Belarus
Sebelum pertemuan kedua kepala negara berlangsung, delegasi pemerintah telah memfasilitasi forum bisnis antara pelaku usaha Indonesia dan Belarusia.
Menteri Luar Negeri Sugiono melaporkan forum tersebut menghasilkan komitmen investasi dan perdagangan senilai US$ 500 juta, atau setara sekitar Rp8,1 triliun (kurs sekitar Rp16.200 per dolar AS).
Nilai tersebut menjadi sinyal bahwa hubungan ekonomi Indonesia dan Belarusia tidak lagi terbatas pada hubungan diplomatik, tetapi mulai berkembang ke sektor perdagangan dan investasi yang lebih luas.
Pemerintah berharap kerja sama ini menjadi pintu masuk bagi peningkatan kolaborasi di bidang pangan, industri alat berat, hingga pengembangan teknologi pertanian dalam beberapa tahun ke depan.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama
Tag Terkait: