Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Rupiah Dibuka Menguat ke Level Rp17.954 per USD Usai Data Tenaga Kerja AS Merosot

        Rupiah Dibuka Menguat ke Level Rp17.954 per USD Usai Data Tenaga Kerja AS Merosot Ilustrasi: Wafiyyah Amalyris K
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka menguat pada perdagangan Jumat (3/7/2026). Berdasarkan data Bloomberg pada pukul 09.12 WIB, rupiah berada di level Rp17.954 per dolar AS atau menguat 41 poin (0,23 persen) dibandingkan penutupan sebelumnya di posisi Rp17.995 per dolar AS.

        Penguatan mata uang Garuda terjadi seiring tekanan terhadap dolar AS setelah rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang berada di bawah ekspektasi pasar.

        Analis Mata Uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan pelemahan dolar AS memberikan ruang bagi penguatan rupiah pada perdagangan hari ini.

        "Rupiah berpotensi menguat terhadap dolar AS yang tertekan setelah data pekerjaan AS NFP yang lebih lemah dari perkiraan," kata Lukman kepada wartawan, Jakarta, Jumat (3/7/2026).

        Dolar AS terkoreksi setelah data ketenagakerjaan periode Juni menunjukkan jumlah lapangan kerja baru yang tercipta jauh lebih rendah dari proyeksi pasar.

        Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS) mencatat Nonfarm Payrolls (NFP) Juni hanya mencapai 57 ribu, turun dari 129 ribu pada bulan sebelumnya dan berada di bawah perkiraan analis.

        Selain itu, data ketenagakerjaan bulan April dan Mei juga direvisi lebih rendah, sehingga total penciptaan lapangan kerja pada dua bulan tersebut berkurang sekitar 74 ribu.

        Di sisi lain, tingkat pengangguran AS tercatat turun menjadi 4,2 persen dari sebelumnya 4,3 persen.

        Pelemahan data tenaga kerja tersebut mendorong penurunan indeks dolar AS (DXY), pergerakan dolar terhadap enam mata uang utama dunia. Indeks DXY turun 0,55 persen ke level 100,85.

        Baca Juga: Rupiah Terpuruk, Purbaya: Jangan Salahin Saya, Itu Tugas BI!

        Baca Juga: Rupiah Kembali Tertekan, Dekati Rp18.000 per Dolar AS

        Meski demikian, Lukman menilai penguatan rupiah berpotensi terbatas karena sentimen investor asing terhadap pasar keuangan domestik masih belum sepenuhnya pulih.

        Di sisi domestik, Lukman menyebut masih ada kekhawatiran terhadap kondisi fiskal dan potensi pelebaran defisit anggaran terhadap pembiayaan program prioritas yang masih menjadi sentimen negatif pergerakan rupiah.

        "Anggaran pemerintah termasuk MBG, kekhawatiran defisit masih menjadi sentimen negatif," jelasnya.

        Untuk perdagangan hari ini, Lukman memperkirakan rupiah bergerak di kisaran Rp17.900 hingga Rp18.000 per dolar AS.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Cita Auliana
        Editor: Dwi Aditya Putra

        Bagikan Artikel: