Kredit Foto: Dok. Kemenkeu
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengakui nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah lebih parah dibandingkan negara tetangga dalam jangka panjang.
Menurutnya, selain sentimen pasar, pelemahan rupiah juga dipengaruhi oleh ketidakoptimalan manajemen nilai tukar.
"Tapi kalau kita melemahnya sebetulnya ada ketidakoptimalkan di manajemen nilai tukar kita. Karena kalau dibanding negara-negara tetangga kita, kita melemahnya sebetulnya, jangan lihat 1 bulan 2 bulan, kita lihat jangka panjang sedikit, kita melemah sendirian," ujar Purbaya dalam kanal YouTube CURHAT BANG Denny Sumargo, dikutip Jumat (3/7).
Ia menegaskan bahwa menjaga stabilitas rupiah adalah tugas Bank Indonesia (BI), bukan dirinya. Purbaya bahkan sempat berkelakar agar publik tidak menyalahkan dirinya.
"Kan tugas BI hanya satu, menjaga stabilitas nilai tukar sebetulnya. Bukan tugas saya. Jangan salahin saya kalau gitu. Jangan melotot ke saya kalau gitu," ucapnya.
Purbaya menambahkan, BI bersifat independen sehingga ia tidak bisa ikut campur. Koordinasi hanya dilakukan melalui Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) setiap tiga bulan sekali di level pimpinan, dan setiap bulan di level deputi.
"Jadi kalau diskusi sudah sudah clear mau diapain mau diapain tapi kan saya enggak bisa ikut campur, kan BI independen dan kita percaya BI sudah cukup canggihlah untuk ngendaliin itu," tandasnya.
Baca Juga: Kopdes di Tengah Hutan, Purbaya: Penyelewengan Pasti Ada, Bukan Surga!
Sebagai informasi, pada perdagangan Jumat (3/7/2026) pagi, rupiah dibuka menguat di level Rp17.945 per dolar AS, bergerak dinamis di kisaran Rp17.935–Rp17.955.
Sebelumnya, pada 4 Juni 2026, rupiah untuk pertama kalinya dalam sejarah menembus level psikologis Rp18.000, bahkan sempat menyentuh intraday terburuk di Rp18.234 per dolar AS pada pertengahan Juni.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Tag Terkait: