Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Ronaldo Tak Butuh Piala Dunia untuk Buktikan Diri Jadi Legenda, Euro 2016 Jadi Mahkota Portugal

        Ronaldo Tak Butuh Piala Dunia untuk Buktikan Diri Jadi Legenda, Euro 2016 Jadi Mahkota Portugal Kredit Foto: Getty Images
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Cristiano Ronaldo harus mengubur mimpi terakhirnya di Piala Dunia setelah Portugal tersingkir dari edisi 2026, tetapi sang megabintang menegaskan perjalanan panjangnya bersama tim nasional tetap memiliki arti besar berkat trofi yang berhasil ia persembahkan.

        Bagi Ronaldo, gelar Euro 2016 bukan sekadar trofi biasa, melainkan pencapaian yang mengubah sejarah sepak bola Portugal karena sebelum era dirinya, Selecao das Quinas belum pernah merasakan gelar besar di level internasional.

        "Saya telah memenangi tiga gelar bersama Portugal. Sebelum Cristiano Ronaldo, Portugal belum pernah memenangi satu pun gelar," ujar Ronaldo seperti dikutip dari ESPN.

        Pernyataan tersebut muncul setelah Portugal gagal melaju lebih jauh di Piala Dunia 2026 usai kalah 0-1 dari Spanyol pada babak 16 besar di Dallas Stadium, Amerika Serikat.

        Gol Mikel Merino pada menit 90+1 menjadi mimpi buruk bagi Portugal sekaligus mengakhiri perjalanan Ronaldo di turnamen yang sejak awal telah dipastikan sebagai Piala Dunia terakhir dalam kariernya.

        Meski kecewa karena belum pernah mengangkat trofi Piala Dunia, Ronaldo tidak melihat kariernya bersama Portugal sebagai sebuah kegagalan.

        Pemain berusia 41 tahun itu menilai tiga gelar yang berhasil ia raih bersama negaranya menjadi bukti bahwa kontribusinya telah membawa perubahan besar bagi sepak bola Portugal.

        "Gelar terbesar yang pernah dimenangkan tim nasional adalah Euro 2016, yang sejujurnya bagi saya sama berharganya dengan Piala Dunia," kata Ronaldo.

        Keberhasilan Portugal menjadi juara Eropa pada 2016 memang menjadi momen bersejarah karena mereka mampu mengalahkan Prancis di final melalui gol Eder, meski Ronaldo harus meninggalkan lapangan lebih awal akibat cedera.

        Selain Euro 2016, Ronaldo juga ikut membawa Portugal meraih dua trofi UEFA Nations League pada 2019 dan 2025.

        Deretan gelar tersebut menjadi bagian dari warisan Ronaldo bersama Portugal, selain catatan individu yang sulit disamai.

        Ronaldo tercatat sebagai pemain dengan penampilan terbanyak untuk Portugal dengan 233 caps serta menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang masa tim nasional dengan 146 gol.

        Dalam enam edisi Piala Dunia yang diikuti, Ronaldo juga mencatat sejarah sebagai satu-satunya pemain yang mampu mencetak gol di enam turnamen berbeda.

        Setelah kekalahan dari Spanyol, Ronaldo mengakui bahwa dirinya membutuhkan waktu untuk menentukan langkah berikutnya bersama tim nasional Portugal.

        "Ya, ini adalah Piala Dunia terakhir saya, tetapi sekarang saya akan punya waktu untuk merenung bersama keluarga. Saya tidak akan membuat keputusan secara tergesa-gesa," tuturnya.

        Meski panggung Piala Dunia berakhir tanpa trofi, Ronaldo tetap yakin Portugal memiliki masa depan cerah karena generasi baru mulai menunjukkan perkembangan positif.

        Baca Juga: Satu Hal yang Membuat Cristiano Ronaldo Tetap Bangga

        "Tim benar-benar sedang berkembang. Menurut saya, kami bermain dengan baik. Hasilnya bisa saja berpihak kepada siapa pun, tetapi begitulah sepak bola. Kami harus bangkit dan melanjutkan perjalanan," katanya.

        Bagi Ronaldo, kegagalan meraih Piala Dunia memang menjadi satu-satunya celah dalam koleksi prestasinya, tetapi warisan yang ia tinggalkan untuk Portugal jauh lebih besar dari sekadar satu trofi yang belum pernah diraih.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Wahyu Pratama
        Editor: Wahyu Pratama

        Bagikan Artikel: