Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Bukan Sekali Ini! Pelatih Mesir yang Tuding FIFA Bela Messi Ternyata Pernah Dipenjara

        Bukan Sekali Ini! Pelatih Mesir yang Tuding FIFA Bela Messi Ternyata Pernah Dipenjara Kredit Foto: Gemini/Wahyu Pratama
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Kemarahan Pelatih Timnas Mesir, Hossam Hassan, usai timnya tersingkir dari Piala Dunia 2026 ternyata bukan kali pertama menarik perhatian publik. Jauh sebelum menuding FIFA melindungi Lionel Messi, Hassan pernah dipenjara akibat kasus penganiayaan terhadap seorang fotografer.

        Ledakan emosi Hassan kembali menjadi sorotan setelah Mesir kalah dramatis 2-3 dari Argentina pada babak 16 besar Piala Dunia 2026. Dalam laga tersebut, Mesir sempat unggul dua gol sebelum akhirnya tersingkir lewat tiga gol Argentina pada menit-menit akhir.

        Usai pertandingan, Hassan meluapkan kemarahannya kepada wasit François Letexier. Ia juga sempat bersitegang dengan suporter Argentina, beradu argumen dengan pelatih Lionel Scaloni, hingga terekam kamera meludah ke arah tribun yang membentangkan bendera Israel.

        Tak berhenti di situ, pelatih berusia 59 tahun tersebut bahkan menuding ada campur tangan pihak luar yang menguntungkan Argentina sepanjang pertandingan.

        "Mungkin mereka ingin mempertahankan sang juara dunia dalam kompetisi ini. Mungkin mereka ingin Messi tetap bersaing," ujar Hassan seusai pertandingan.

        Ia juga menambahkan bahwa menurutnya terdapat faktor di luar aspek teknis sepak bola yang memengaruhi hasil pertandingan.

        "Dalam sepak bola, terkadang ada faktor eksternal yang melampaui aspek teknis. Juara dunia itu mendapat dukungan di semua tingkatan," katanya.

        Namun, sikap emosional Hassan ternyata bukan hal baru dalam perjalanan kariernya. Rekam jejaknya menunjukkan ia pernah tersandung kasus hukum akibat kehilangan kendali di pinggir lapangan.

        Pada 2016, saat masih menangani klub Al Masry di Liga Premier Mesir, Hassan terlibat insiden dengan seorang fotografer yang bekerja untuk Kementerian Dalam Negeri Mesir.

        Keributan bermula setelah pertandingan Al Masry melawan Ghazl El Mahalla berakhir imbang 2-2. Di tengah ketegangan seusai laga, Hassan mengejar fotografer tersebut ke dalam lapangan.

        Ia kemudian memukul kepala korban serta merampas dan membanting kamera milik fotografer hingga rusak.

        Kasus tersebut berlanjut ke pengadilan. Hassan dinyatakan bersalah dan sempat mendekam di Penjara Tora, Kairo, selama empat hari sebelum akhirnya dibebaskan setelah membayar denda sebesar 500 pound Mesir.

        Baca Juga: Roy Keane Bandingkan Tangis Messi dan Ronaldo, Sebut Laga Argentina vs Mesir Alasan Jatuh Cinta pada Sepak Bola

        Selain hukuman pidana, Federasi Sepak Bola Mesir juga menjatuhkan sanksi disiplin berupa larangan mendampingi tim dalam tiga pertandingan serta denda sebesar 10 ribu pound Mesir.

        Kini, perilaku emosional Hassan kembali menjadi sorotan dunia setelah kontroversi pertandingan Argentina kontra Mesir di Piala Dunia 2026.

        Kekalahan dramatis tersebut memicu gelombang protes dari kubu Mesir. Selain Hassan, sejumlah pemain hingga Federasi Sepak Bola Mesir juga mempertanyakan kepemimpinan wasit dan meminta FIFA melakukan investigasi terhadap keputusan-keputusan kontroversial yang dianggap merugikan The Pharaohs.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Wahyu Pratama
        Editor: Wahyu Pratama

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: