Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Tertahan sejak Maret, Kapal Pertamina Pride Akhirnya Keluar dari Selat Hormuz

        Tertahan sejak Maret, Kapal Pertamina Pride Akhirnya Keluar dari Selat Hormuz Kredit Foto: Pertamina International Shipping
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        PT Pertamina International Shipping (PIS) memastikan kapal tanker Very Large Crude Carrier (VLCC) Pertamina Pride telah berhasil melintasi Selat Hormuz dengan aman. Kapal berkapasitas 2 juta barel minyak mentah tersebut kini sedang melanjutkan perjalanan menuju Cilacap untuk menjaga ketahanan energi nasional.

        Sebelumnya, kapal milik PIS ini sempat tertahan di kawasan Teluk Arab sejak Maret lalu akibat dinamika situasi di kawasan tersebut. Keberhasilan ini menyusul kapal PIS lainnya, yakni kapal Gamsunoro, yang telah lebih dulu berhasil keluar dari wilayah kritis tersebut.

        "Menyusul keberhasilan kapal Gamsunoro, kapal Pertamina Pride juga telah keluar dari area Teluk Arab dan melintasi Selat Hormuz, semalam. Artinya, kedua kapal milik PIS yang tertahan sejak Maret lalu kini bisa kembali melanjutkan perjalanan dan beroperasi seperti biasa," ujar Pjs Corporate Secretary PIS, Vega Pita, dalam keterangan tertulisnya, Kamis (9/7/2026).

        Kapal Pertamina Pride dilaporkan mulai bergerak pada Selasa, 7 Juli 2026 pukul 13.00 waktu Dubai (16.00 WIB) dan berhasil melintasi area kritikal serta Selat Hormuz pada Rabu, 8 Juli 2026 pukul 00.15 WIB.

        Vega menjelaskan, seluruh awak kapal Pertamina Pride saat ini berada dalam kondisi aman dan selamat. 

        Kapal diperkirakan akan menempuh perjalanan laut selama 15 hari ke depan dan dijadwalkan tiba di Indonesia pada tanggal 23 Juli mendatang.

        "Kami menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Luar Negeri, Kedutaan Besar RI di Tehran, dan seluruh pihak atas dukungannya selama ini," imbuh Vega.

        Manajemen PIS menegaskan bahwa pemilihan waktu dan rute pelayaran Pertamina Pride telah melalui pembahasan serta penilaian risiko yang sangat ketat. 

        Proses tersebut mencatat puluhan persyaratan yang harus dipenuhi, mulai dari aspek asuransi, teknis, operasional, keamanan, hingga kesiapan seluruh kru sebelum kapal diputuskan bergerak.

        Baca Juga: AS Cabut Izin Ekspor Minyak Iran usai Serangan Kapal Tanker di Selat Hormuz

        Baca Juga: Selat Hormuz Kembali Memanas, IRGC Disebut Serang Dua Kapal Komersial dengan Rudal

        Selama pelayaran melintasi wilayah rawan, kapal dimonitor selama 24 jam penuh oleh tim di darat yang bersiaga di crisis center PIS yang berkoordinasi langsung dengan awak kapal di laut. 

        PIS memastikan akan terus memantau intensif kondisi keamanan jalur internasional dan berkoordinasi dengan pemangku kepentingan demi kelancaran distribusi energi nasional.

        "PIS menyampaikan terima kasih atas doa, dukungan, dan perhatian dari seluruh masyarakat dan pemangku kepentingan sehingga kedua kapal, Gamsunoro dan Pertamina Pride dapat berlayar keluar dari Selat Hormuz," tutup Vega.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
        Editor: Dwi Aditya Putra

        Bagikan Artikel: