Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Lolos dari Hormuz, Kapal Pertamina Pride Bawa 2 Juta Barel Minyak Tiba di RI 23 Juli

Lolos dari Hormuz, Kapal Pertamina Pride Bawa 2 Juta Barel Minyak Tiba di RI 23 Juli Kredit Foto: Rahmat Dwi Kurniawan
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Pertamina International Shipping (PIS) memastikan kapal tanker raksasa Very Large Crude Carrier (VLCC) Pertamina Pride yang membawa muatan penuh 2 juta barel minyak mentah dijadwalkan tiba di tanah air pada 23 Juli mendatang usai sukses melintasi jalur logistik paling kritis di dunia, Selat Hormuz.

Keberhasilan menembus Selat Hormuz ini menjadi angin segar bagi ketahanan energi dalam negeri. Pasalnya, pasokan minyak mentah bernilai jumbo tersebut sempat terjebak dan tertahan di kawasan Teluk Arab sejak Maret lalu akibat eskalasi risiko keamanan di wilayah perairan yang diapit Oman dan Iran tersebut.

Pjs Corporate Secretary PIS, Vega Pita, mengungkapkan bahwa lolosnya Pertamina Pride dari titik api geopolitik tersebut menyusul kesuksesan armada PIS lainnya, yakni kapal Gamsunoro. Kini, jalur distribusi minyak mentah menuju kilang domestik dipastikan kembali normal.

"Menyusul keberhasilan kapal Gamsunoro, kapal Pertamina Pride juga telah keluar dari area Teluk Arab dan melintasi Selat Hormuz, semalam. Artinya, kedua kapal milik PIS yang tertahan sejak Maret lalu kini bisa kembali melanjutkan perjalanan dan beroperasi seperti biasa," ujar Vega dalam keterangan tertulis, Kamis (9/7/2026).

Berdasarkan data operasional perusahaan, kapal tanker berkapasitas raksasa tersebut mulai bergerak membelah Teluk Arab pada Selasa (7/7/2026) pukul 13.00 waktu Dubai (16.00 WIB). Pertamina Pride kemudian memasuki fase krusial dan berhasil melintasi Selat Hormuz pada Rabu (8/7/2026) pukul 00.15 WIB.

Vega memastikan, seluruh kru dan komoditas energi yang diangkut berada dalam kondisi aman dan selamat. 

Saat ini, kapal tengah melakukan pelayaran selama 15 hari ke depan menuju target lego jangkar di Cilacap.

"Kami menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Luar Negeri, Kedutaan Besar RI di Tehran, dan seluruh pihak atas dukungannya selama ini," imbuh Vega.

Baca Juga: Amerika Tertawakan Sisa Kekuatan Garda Revolusi Iran: Mereka Hanya Punya Kapal-Kapal Kecil

Baca Juga: Terungkap! Ini Strategi Pertamina Loloskan Kapal Tanker dari Selat Hormuz

Manajemen PIS menegaskan bahwa operasi "pemberangkatan kembali" kapal pembawa minyak mentah ini tidak dilakukan sembarangan. 

Perusahaan menerapkan penilaian risiko (risk assessment) yang sangat ketat dan berlapis, mencakup aspek asuransi, kesiapan teknis, hingga kesiagaan penuh ruang kendali darat (crisis center) selama 24 jam non-stop.

"PIS menyampaikan terima kasih atas doa, dukungan, dan perhatian dari seluruh masyarakat dan pemangku kepentingan sehingga kedua kapal, Gamsunoro dan Pertamina Pride dapat berlayar keluar dari Selat Hormuz," pungkas Vega.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Dwi Aditya Putra