Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Menkeu Purbaya Pastikan Anggaran Pertahanan Cukup untuk Beli Rudal BrahMos

        Menkeu Purbaya Pastikan Anggaran Pertahanan Cukup untuk Beli Rudal BrahMos Kredit Foto: Cita Auliana
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan anggaran Kementerian Pertahanan cukup untuk membiayai pengadaan rudal jelajah supersonik BrahMos dari India. Pemerintah menilai pembelian sistem pertahanan tersebut dapat dilakukan melalui anggaran pertahanan yang sudah tersedia tanpa harus menyiapkan tambahan anggaran khusus.

        Purbaya mengaku belum mengetahui secara pasti nilai kontrak pembelian rudal BrahMos yang disepakati Indonesia dan India. Namun, ia memastikan kapasitas anggaran Kementerian Pertahanan masih memadai untuk mendukung kerja sama pertahanan tersebut.

        "Kan anggaran pertahanan cukup. Saya pikir mereka akan mengalihkan dari situ untuk belanjanya saya. Nanti saya tanyakan Kementerian Pertahanan. Tapi anggaran Kementerian Pertahanan cukup besar. Harusnya sih cukup," ujar Purbaya di Jakarta, Rabu (8/7/2026).

        Purbaya mengatakan dirinya akan meminta penjelasan lebih lanjut kepada Kementerian Pertahanan terkait detail pengadaan rudal tersebut. Termasuk mengenai kebutuhan anggaran dan mekanisme pembiayaan yang akan digunakan pemerintah.

        Kerja sama pengadaan rudal BrahMos merupakan salah satu hasil pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Perdana Menteri India Narendra Modi di Jakarta. Dalam pertemuan tersebut, kedua negara menyepakati sejumlah kerja sama strategis di berbagai sektor.

        Salah satunya adalah penandatanganan kontrak sistem pertahanan rudal BrahMos antara perusahaan BrahMos Aerospace dan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia. Rudal tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat sistem pertahanan nasional.

        Sebelumnya, Presiden Prabowo menyebut terdapat 16 dokumen kerja sama yang disepakati bersama India. Kesepakatan itu mencakup sektor pertahanan, teknologi, energi, kesehatan, pertanian, hingga kerja sama antarlembaga.

        Selain kerja sama rudal BrahMos, Indonesia dan India juga memperpanjang kerja sama antara Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dengan Indian Space Research Organisation (ISRO) terkait eksplorasi dan pemanfaatan antariksa untuk tujuan damai.

        Kedua negara juga menyepakati kerja sama keamanan maritim, penanggulangan bencana, mineral dan teknologi rantai pasok baja, telekomunikasi, penelitian, serta inovasi teknologi.

        Pengadaan rudal BrahMos menjadi salah satu agenda penting dalam kerja sama pertahanan Indonesia-India. Sistem rudal jelajah supersonik tersebut dikembangkan oleh BrahMos Aerospace, perusahaan patungan antara India dan Rusia.

        Baca Juga: Usul Said Iqbal Dihapus Pajak JHT, Purbaya: Kita Lihat Nanti Dampaknya ke Pendapatan Negara

        Dengan kemampuan melaju di atas kecepatan suara, BrahMos dikenal sebagai salah satu rudal jelajah dengan kemampuan serangan presisi tinggi. Pengadaan sistem tersebut diharapkan dapat memperkuat kemampuan pertahanan Indonesia, khususnya dalam menjaga wilayah strategis nasional.

        Meski demikian, pemerintah masih perlu melakukan pembahasan lanjutan terkait nilai pembelian dan kebutuhan operasional sebelum proses pengadaan berjalan lebih jauh.

        Purbaya menegaskan Kementerian Keuangan akan terus berkoordinasi dengan Kementerian Pertahanan agar penggunaan anggaran negara tetap sesuai dengan kemampuan fiskal dan kebutuhan pertahanan nasional.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Wahyu Pratama
        Editor: Wahyu Pratama

        Bagikan Artikel: