Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Mohamed Salah Redam Amarah Rekan Setim Usai Mesir Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Ucapannya Bikin Haru

        Mohamed Salah Redam Amarah Rekan Setim Usai Mesir Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Ucapannya Bikin Haru Kredit Foto: Egyptian Football Association
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Kekalahan dramatis Timnas Mesir dari Argentina di babak 16 besar Piala Dunia 2026 meninggalkan luka mendalam bagi para pemain. Saat emosi memenuhi ruang ganti usai pertandingan, kapten Mohamed Salah justru tampil menenangkan seluruh rekan setimnya.

        Mesir harus mengakhiri langkah di Piala Dunia 2026 setelah kalah 2-3 dari Argentina dalam laga yang berlangsung di Atlanta Stadium, Amerika Serikat, Selasa (7/7/2026) malam WIB.

        The Pharaohs sebenarnya berada di atas angin setelah unggul dua gol melalui Yasser Ibrahim pada menit ke-15 dan Mostafa Zico pada menit ke-67.

        Namun, Argentina mampu bangkit secara dramatis dalam 11 menit terakhir pertandingan. Cristian Romero memperkecil ketertinggalan pada menit ke-79, Lionel Messi menyamakan skor empat menit berselang, sebelum Enzo Fernandez memastikan kemenangan Albiceleste lewat gol di masa injury time.

        Jalannya pertandingan kemudian memicu perdebatan. Sejumlah keputusan wasit Francois Letexier dianggap merugikan Mesir, termasuk gol yang dianulir melalui tinjauan VAR serta insiden Mohamed Salah yang terjatuh di kotak penalti pada menit-menit akhir tanpa mendapat hadiah penalti.

        Kekecewaan para pemain Mesir pun memuncak setelah peluit panjang dibunyikan. Bahkan, salah seorang staf tim mendapat kartu merah akibat protes keras kepada perangkat pertandingan.

        Kiper cadangan Mesir, Mohamed Alaa, mengaku para pemain sangat kecewa terhadap kepemimpinan wasit. Menurutnya, beberapa keputusan penting telah mengubah jalannya pertandingan.

        "Kualitas kepemimpinan wasit hari ini sangat jelas terlihat. Kami mendapati gol kami dianulir, dan kami seharusnya mendapat penalti. Apesnya, momen penalti itu malah berbalik menjadi gol serangan balik bagi mereka," ujar Alaa, dikutip dari ESPN.

        "Protes kami murni ditujukan kepada wasit, yakni terkait kesalahan-kesalahan fatal yang dia buat," lanjutnya.

        Di tengah suasana penuh emosi tersebut, Mohamed Salah mengambil peran sebagai kapten. Saat seluruh pemain berkumpul di ruang ganti, bintang Liverpool itu meminta rekan-rekannya menerima hasil pertandingan dan tidak larut dalam kemarahan.

        Menurut Alaa, Salah mengingatkan bahwa semua yang terjadi merupakan ketetapan Tuhan dan harus diterima dengan lapang dada.

        "Ini sudah berakhir. Ini takdir Allah, ketetapan-Nya," kata Salah, sebagaimana ditirukan Alaa.

        Baca Juga: Bukan Sekali Ini! Pelatih Mesir yang Tuding FIFA Bela Messi Ternyata Pernah Dipenjara

        Salah juga meminta seluruh pemain menjadikan kegagalan ini sebagai pelajaran untuk berkembang di masa depan.

        "Mari jadikan momen ini untuk terus berkembang. Insyaallah di masa depan tim ini akan lebih baik," lanjut pesan Salah.

        Meski gagal melaju ke perempat final, perjalanan Mesir di Piala Dunia 2026 tetap menjadi catatan bersejarah. Untuk pertama kalinya, The Pharaohs berhasil menembus babak 16 besar, pencapaian terbaik mereka sepanjang sejarah keikutsertaan di ajang Piala Dunia.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Wahyu Pratama
        Editor: Wahyu Pratama

        Bagikan Artikel: