Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Diungkap Prabowo, Indonesia Pernah Ngutang Demi Jamu 'Perampok' Berkedok Tamu: Katanya Mau Dagang...

        Diungkap Prabowo, Indonesia Pernah Ngutang Demi Jamu 'Perampok' Berkedok Tamu: Katanya Mau Dagang... Kredit Foto: Youtube Sekretariat Kabinet
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Presiden Indonesia Prabowo Subianto menilai keramahan masyarakat tanah air kerap dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Menurutnya, Indonesia bahkan rela berutang demi menghormati tamu, tetapi pada akhirnya justru dirugikan.

        Prabowo menggambarkan budaya masyarakat yang selalu berusaha memberikan pelayanan terbaik kepada tamu meskipun berada dalam keterbatasan ekonomi. Menurutnya, Indonesia memiliki kebiasaan memuliakan tamu, bahkan jika harus meminjam kebutuhan kepada tetangga.

        Baca Juga: Polri Bisa Kalah Sidang, Efek Polisi Tergesa-gesa Jadikan Febrie Adriansyah Tersangka Korupsi TPPU

        "Kalau ada tamu datang ke rumah kita, walaupun kita tidak punya minuman, kopi, gula, kita persilahkan. Kalau perlu kita ke tetangga kita pinjam gula dan kopi," kata Prabowo dalam pidatonya pada Puncak Perayaan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 di Indonesia Arena, Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (12/7/2026).

        Namun, Presiden menyayangkan karena sikap terbuka tersebut justru dimanfaatkan oleh sebagian pihak yang datang dengan tujuan yang berbeda dari yang disampaikan. Salah satunya adalah ada pihak yang mengaku ingin berdagang namun ternyata malah mengeruk kekayaan dari Indonesia.

        Prabowo tidak menjelaskan secara rinci pihak yang dimaksud dalam pidatonya. Akan tetapi, ia menggunakan analogi tersebut untuk mengingatkan pentingnya menjaga kepentingan nasional di tengah hubungan ekonomi dengan berbagai pihak.

        Menurut Presiden, keramahan merupakan nilai budaya yang patut dipertahankan. Namun, Indonesia juga harus memiliki kewaspadaan agar tidak dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang hanya ingin mengambil keuntungan dari sumber daya dan potensi ekonomi nasional.

        Pidato tersebut disampaikan dalam rangka memperingati Hari Koperasi Nasional. Prabowo dalam hal itu juga menekankan pentingnya memperkuat koperasi sebagai fondasi ekonomi rakyat. Ia menilai ekonomi yang kuat dan mandiri akan membuat Indonesia lebih mampu menjaga kekayaan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

        Baca Juga: Dari Israel, Amerika Dibuat Ngeri Bocoran Rencana Pembunuhan Trump: Keberuntungan Saya Tak Akan Lama

        Pernyataan Prabowo mengenai "tamu yang mengaku berdagang" tetapi kemudian "merampok" menjadi salah satu bagian pidato yang paling menyita perhatian publik dalam peringatan Hari Koperasi Nasional 2026.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Aldi Ginastiar
        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: