Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Dari Israel, Amerika Dibuat Ngeri Bocoran Rencana Pembunuhan Trump: Keberuntungan Saya Tak Akan Lama

Dari Israel, Amerika Dibuat Ngeri Bocoran Rencana Pembunuhan Trump: Keberuntungan Saya Tak Akan Lama Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali menghadapi ancaman serius terhadap keselamatannya. Israel dilaporkan telah membagikan informasi intelijen kepada sekutunya mengenai dugaan rencana terkait oleh Iran.

Dikutip dari The Wall Street Journal, Jumat (10/7), Israel telah menyampaikan informasi mengenai adanya dugaan plot baru yang menargetkan Presiden Amerika Serikat. Hal tersebut menyusul ketegangan yang memuncak dari Washington dan Teheran.

Baca Juga: Agenda Rapat Donald Trump Bocor, Amerika Diam-diam Bersiap Hadapi Perang Panjang dengan Iran

Hingga kini belum diketahui kapan tepatnya informasi intelijen tersebut diserahkan kepada pemerintah dari Amerika Serikat. Tak disebutkan juga bagaimana informasi itu disampaikan ke Trump.

Dugaan ancaman tersebut muncul di tengah memburuknya hubungan Washington dan Teheran. Iran selama beberapa tahun terakhir secara terbuka menyuarakan keinginan membalas kematian Komandan Pasukan Quds Korps Garda Revolusi Iran (IRGC), Jenderal Qassem Soleimani. Ia diketahui tewas dalam operasi militer dari Amerika Serikat di Januari 2020.

Trump digadang-gadang sebagai dalamg dari operasi tersebut. Ancaman hingga seruan pembunuhan terhadap politikus itu kembali mencuat dalam rangkaian peringatan berkabung atas wafatnya Mantan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

Ia sendiri telah mengakui dirinya memang menjadi sasaran ancaman dari Iran. Dalam pernyataan terbarunya, ia mengaku menyadari bahwa namanya berada dalam daftar target yang dimiliki Teheran.

"Saya ada di setiap daftar mereka. Saya melihat pagi ini, saya ada di setiap daftar mereka. Dan sejauh ini saya rasa saya sedikit beruntung, tetapi mungkin keberuntungan itu tidak akan bertahan lama," kata Trump.

Pernyataan tersebut semakin menyoroti meningkatnya kekhawatiran terhadap keamanan dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Ia sebelumnya juga beberapa kali menjadi sasaran percobaan pembunuhan.

Salah satu insiden paling serius terjadi pada 2024. Trump saat itu ditembak saat menghadiri acara kampanye. Dalam peristiwa itu, peluru sempat mengenai bagian telinganya sebelum akhirnya ia berhasil dievakuasi oleh petugas keamanan.

Kini, laporan mengenai dugaan plot terbaru muncul ketika hubungan kedua negara kembali memanas akibat saling serang di Timur Tengah. Amerika Serikat dalam beberapa waktu terakhir meningkatkan operasi militernya terhadap Iran. Sementara Teheran terus melontarkan ancaman balasan terhadap Washington.

Baca Juga: Terungkap usai Sidang Dokter Tifa: Secara Fakta, Jokowi Tak Memiliki Ijazah dalam Bentuk Digital

Meski demikian, hingga laporan tersebut dipublikasikan belum ada pernyataan resmi dari pemerintah maupun otoritas terkait yang mengonfirmasi rincian informasi intelijen tersebut. Adapun Iran juga belum memberikan tanggapan resmi terkait tuduhan adanya rencana pembunuhan terhadap Donald Trump.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar