Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Israel Tiba-tiba Tawarkan Diri Kembali Ikut Perang Iran: Kami Siap Tempur Jika Amerika Meminta

        Israel Tiba-tiba Tawarkan Diri Kembali Ikut Perang Iran: Kami Siap Tempur Jika Amerika Meminta Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Israel menyatakan kesiapannya untuk kembali bergabung dalam operasi militer melawan Iran. Jika Amerika Serikat (AS) memutuskan melanjutkan aksi bersenjata, pihaknya siap ikut bersama melawan terhadap Teheran.

        Duta Besar Israel untuk Amerika Serikat, Dr. Michael Leiter mengatakan pihaknya tidak akan ragu memberikan dukungan militer apabila diminta oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Hal ini ditegaskannya di tengah memanasnya kembali hubungan Washington dan Teheran.

        Baca Juga: Dibongkar Ahli Hukum, Polisi Bisa Kalah Sidang Lawan Febrie Adriansyah di Korupsi TPPU

        "Jika Amerika Serikat meminta kami kembali bergabung dalam operasi militer melawan mereka, kami akan berada di sana untuk Amerika Serikat," ujar Leiter, dikutip Senin (13/7).

        Trump menurutnya selama ini tetap mengedepankan jalur diplomasi dengan Iran. Namun, Teheran menurutnya telah melanggar syarat utama dalam nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) yang sebelumnya disepakati kedua negara.

        Ia mengatakan satu-satunya kewajiban utama musuh dalam kesepakatan tersebut adalah memastikan terbukanya Selat Hormuz.

        "Ketika Amerika Serikat menandatangani MoU dengan mereka beberapa pekan lalu, hanya ada satu hal yang harus dipenuhi, yaitu menjaga Selat Hormuz. Dan mereka sama sekali mengabaikannya," kata Leiter.

        Adapun Leiter juga mengungkapkan pihaknya saat ini tengah menjalankan pembicaraan dengan Lebanon. Ia menegaskan salah satu tujuan utama pihaknya adalah menghilangkan pengaruh dari Kelompok Hizbullah di Lebanon.

        "Iran tidak boleh terlibat di Lebanon. Mereka tidak punya urusan di Lebanon, begitu juga Hizbullah," tegasnya.

        Menurut Leiter, Israel dan Lebanon memiliki kepentingan yang sama untuk melemahkan Hizbullah. Hal tersebut karena kelompok tersebut dinilai menjadi ancaman bagi stabilitas kawasan.

        Israel menurutnya siap menarik diri dari wilayah tertentu apabila kelompok militan tersebut tidak lagi menjadi ancaman keamanan.

        Pernyataan Israel mengenai kesiapan kembali berperang muncul di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Hal itu terjadi setelah serangkaian aksi saling serang antara Washington dan Teheran.

        Baca Juga: Diungkap Prabowo, Indonesia Pernah Ngutang Demi Jamu 'Perampok' Berkedok Tamu: Katanya Mau Dagang...

        Sikap tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa koordinasi militer antara kedua sekutu masih terus berlangsung meski kedua pihak pihak sebelumnya menyatakan tetap membuka peluang penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Aldi Ginastiar
        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: