Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Iran Lancarkan Serangan Drone ke Fasilitas Militer AS di Kuwait, Balas Serangan Washington

Iran Lancarkan Serangan Drone ke Fasilitas Militer AS di Kuwait, Balas Serangan Washington Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali meningkat setelah Teheran mengklaim melancarkan serangan drone ke fasilitas militer AS di Kuwait pada Jumat (31/7/2026). Aksi tersebut menandai kembali memanasnya konflik setelah jeda pertempuran selama hampir sepekan.

Militer Iran menyebut sasaran serangan adalah sejumlah fasilitas di Pangkalan Udara Ahmad al-Jaber, Kuwait. Target yang diklaim diserang meliputi tempat perlindungan pesawat tempur, sistem komunikasi satelit, hingga lokasi penyimpanan peralatan militer.

Dalam keterangannya, militer Iran menyatakan operasi tersebut dilakukan sebagai balasan atas serangan terbaru Amerika Serikat terhadap wilayah Iran. Hingga kini, Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) belum memberikan tanggapan resmi mengenai klaim tersebut.

Militer Iran mengatakan serangan itu dilakukan "sebagai tanggapan atas agresi baru-baru ini oleh militer AS yang teroris terhadap negara kami dan serangan brutalnya terhadap sebuah rumah tinggal di Pulau Qeshm".

Sebelumnya, media Iran melaporkan tiga anggota keluarga tewas akibat serangan militer AS di Pulau Qeshm pada Kamis (30/7/2026). Pulau yang berada di Selat Hormuz itu memiliki posisi strategis karena menjadi jalur utama perdagangan minyak dan gas dunia.

Selat Hormuz selama ini dilalui sekitar 20 persen distribusi minyak global. Jalur tersebut dilaporkan praktis tidak beroperasi sejak perang pecah pada 28 Februari, sementara Amerika Serikat terus menggempur wilayah pesisir selatan Iran untuk melemahkan kendali Teheran di kawasan itu.

Serangan drone yang diklaim Iran terjadi sehari setelah rudal Teheran menghantam sebuah gedung milik perusahaan China di wilayah utara Kuwait. Insiden itu dilaporkan menewaskan seorang pekerja dan menyebabkan kerusakan besar pada bangunan.

"Agresi keji Iran menargetkan sebuah gedung milik perusahaan China di bagian utara negara, mengakibatkan kematian seorang pekerja dan menyebabkan kerusakan material yang parah pada bangunan tersebut," demikian bunyi pernyataan yang diterbitkan oleh Kementerian Pertahanan Kuwait.

Baca Juga: Puluhan Target di Iran Diserang AS, Trump: Mereka Akan Dihajar Habis-habisan

Pemerintah Kuwait menegaskan aparat keamanan dan militer terus berkoordinasi untuk menjaga kedaulatan negara serta melindungi keselamatan warga dan penduduk. Kuwait menjadi salah satu negara Teluk yang beberapa kali terkena dampak serangan rudal maupun drone Iran sejak konflik regional pecah.

Eskalasi terbaru dipicu gelombang serangan Amerika Serikat ke berbagai target di Iran pada Rabu (29/7/2026). Washington menyebut operasi tersebut sebagai respons atas serangan rudal Iran yang sebelumnya diarahkan ke pasukan AS di kawasan Timur Tengah.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Christian Andy
Editor: Christian Andy

Tag Terkait: