Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Iran Kirim Peringatan Keras ke Negara Eropa: Jangan Ikut Campur dalam Perang Melawan Amerika Serikat

Iran Kirim Peringatan Keras ke Negara Eropa: Jangan Ikut Campur dalam Perang Melawan Amerika Serikat Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Iran kembali mengeluarkan peringatan keras kepada sejumlah negara di Eropa. Teheran memperingatkan mereka agar tidak terlibat dalam konflik bersenjata antara Teheran dan Amerika Serikat.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi menegaskan bahwa negara yang mengizinkan wilayahnya digunakan untuk mendukung operasi militer musuh berpotensi menghadapi konsekuensi. Hal itu ditegaskannya dalam serangkaian pembicaraan diplomatik dengan pejabat Bulgaria dan Siprus.

Baca Juga: 'Kalau Anies Baswedan Diangkat Jadi Seskab Baru, Keadaan Prabowo Kemungkinan Bisa Berubah'

Ke Menteri Luar Negeri Bulgaria Velislava Petrova-Chamova, Araqchi menyampaikan keberatan keras atas keputusan negara tersebut yang mengizinkan pengerahan sementara pesawat militer dari Amerika Serikat di Pangkalan Udara Bezmer.

"Persetujuan Bulgaria atas permintaan untuk menempatkan pesawat militer guna mendukung operasi militer merupakan bentuk fasilitasi agresi terhadap Iran. Langkah itu tidak dapat diterima dan bertentangan dengan hubungan persahabatan yang selama ini terjalin antara kedua negara," tegas Araqchi, dikutip Jumat (31/7/2026).

Iran juga kembali mengingatkan bahwa negara mana pun yang membiarkan wilayahnya digunakan sebagai basis operasi militer musuh terhadapnya dapat menghadapi dampak dari kebijakan tersebut.

Araqchi juga memberikan peringatan serupa saat berbicara dengan Menteri Luar Negeri Siprus Constantinos Kombos. Dalam pembicaraan itu, ia menekankan pentingnya memastikan pangkalan militer asing yang berada di negara itu tidak digunakan untuk mendukung operasi militer melawan Iran.

Sebelumnya, Parlemen Bulgaria pekan lalu menyetujui pengerahan sementara hingga delapan pesawat pengisian bahan bakar udara KC-135 Amerika Serikat beserta sekitar 250 personel di Pangkalan Udara Bezmer.

Pemerintah Bulgaria sendiri menegaskan bahwa pengerahan tersebut tidak mencakup senjata ofensif dan tidak menjadikan negaranya sebagai pihak yang terlibat langsung dalam operasi militer. Meski demikian, penjelasan itu tidak mengubah keberatan dari Iran.

Adapun Siprus sebelumnya menjadi lokasi dua pangkalan militer kedaulatan dari RAF Akrotiri Inggris. Mereka sempat menyetujui permintaan bahwa pangkalan itu bisa memanfaatkan dalam mendukung serangan defensif terhadap depot penyimpanan maupun peluncur rudal dari Iran.

Baca Juga: Kenang Gus Dur hingga Peringatan Soal Pemimpin Korup, Ada Pesan Tegas di Balik Napak Tilas Mahfud MD

Namun, Inggris kemudian menjelaskan bahwa panggalan tidak termasuk dalam kesepakatan penggunaan pangkalan dari London dan Washington. Meski demikian, Perdana Menteri Andy Burnham tetap mempertahankan kerja sama pertahanan dengan Amerika Serikat di Juli 2026. 

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar