Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Naik 40,8%, Laba BTN Capai Rp2,40 Triliun pada semester I 2026

        Naik 40,8%, Laba BTN Capai Rp2,40 Triliun pada semester I 2026 Kredit Foto: Dok. BTN
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) membukukan laba bersih sebesar Rp2,40 triliun pada semester I 2026. Capaian tersebut meningkat 40,8 persen secara tahunan (year on year/yoy) dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp1,7 triliun.

        Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, mengatakan pertumbuhan laba tersebut mencerminkan keberhasilan transformasi bisnis yang dijalankan perseroan. 

        Menurutnya, strategi transformasi BTN berjalan sejalan dengan arah transformasi Danantara Indonesia dan mulai menunjukkan hasil yang positif.

        “Pencapaian ini merupakan hasil dari transformasi selama satu dekade yang secara konsisten kami lakukan. Kami optimistis hingga akhir tahun nanti, kinerja BTN tetap on track melanjutkan catatan positif di paruh pertama tahun ini,” ujar Nixon dalam Konferensi Pers Paparan Kinerja per 30 Juni 2026 di Jakarta, Kamis (16/7/2026).

        Sejalan dengan pertumbuhan laba, BTN juga mencatat penyaluran kredit dan pembiayaan konsolidasi sebesar Rp418,11 triliun hingga akhir Juni 2026. Nilai tersebut meningkat 11,2 persen dibandingkan Rp376,11 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

        Pertumbuhan kredit ditopang oleh peningkatan pembiayaan sektor perumahan yang naik 4,8 persen menjadi Rp332,88 triliun dari sebelumnya Rp317,77 triliun. 

        Sementara itu, kredit non-perumahan tumbuh jauh lebih tinggi, yakni 46,1 persen menjadi Rp85,22 triliun dari Rp58,34 triliun pada semester I 2025.

        Untuk menopang pertumbuhan bisnis di luar sektor perumahan, BTN memperluas pembiayaan ke berbagai sektor, mulai dari pendidikan, kesehatan, pemerintahan, lembaga keuangan hingga ritel. 

        Perseroan juga menggandeng perusahaan multifinance guna memperluas pembiayaan kendaraan bermotor sebagai bagian dari strategi diversifikasi bisnis beyond mortgage sekaligus meningkatkan layanan cross selling kepada nasabah.

        Ekspansi pembiayaan tersebut turut mendorong kenaikan total aset konsolidasi BTN menjadi Rp545,16 triliun per semester I 2026 atau tumbuh 12,4 persen secara tahunan dari Rp484,96 triliun.

        Di sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) meningkat menjadi Rp433 triliun, naik 6,6 persen dibandingkan Rp406,38 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

        Baca Juga: Dukung Program 3 Juta Rumah, BTN Perluas Pembiayaan Perumahan Berbasis Data

        Baca Juga: Sah, BTN Resmi Akuisisi Portofolio Kredit Pensiun SMBC Indonesia

        Selain mencatat pertumbuhan bisnis, kualitas aset BTN juga menunjukkan perbaikan. Rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) turun dari 3,3 persen pada semester I 2025 menjadi 2,99 persen pada semester I 2026.

        Perseroan juga berhasil menurunkan rasio Loan at Risk (LAR) dari 20,2 persen menjadi 18,6 persen. Sementara itu, Cost of Credit (CoC) membaik signifikan menjadi 0,7 persen dari sebelumnya 2,0 persen.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Cita Auliana
        Editor: Dwi Aditya Putra

        Bagikan Artikel: