Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        AFPI Ungkap Pindar Dorong Ekspansi Bisnis UMKM, Pendanaan Tembus Rp34,95 Triliun

        AFPI Ungkap Pindar Dorong Ekspansi Bisnis UMKM, Pendanaan Tembus Rp34,95 Triliun Kredit Foto: Antara/Antara
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Pendanaan digital atau pinjaman daring (pindar) semakin memperkuat akses pembiayaan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang belum sepenuhnya terjangkau layanan perbankan. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat penyaluran pembiayaan industri pindar ke sektor produktif dan UMKM mencapai Rp34,95 triliun pada Mei 2026, meningkat dibandingkan Rp34,80 triliun pada bulan sebelumnya.

        Peningkatan penyaluran pembiayaan tersebut dinilai berkontribusi terhadap pengembangan usaha pelaku UMKM, mulai dari menjaga arus kas, meningkatkan kapasitas produksi, hingga memperluas pasar.

        Ketua Umum Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) Entjik S. Djafar mengatakan pendanaan digital kini tidak hanya menjadi alternatif pembiayaan, tetapi juga berperan dalam mendorong ekspansi usaha.

        “Data menunjukkan dana yang disalurkan bukan hanya menopang arus kas, tetapi juga mendorong ekspansi usaha, peningkatan kapasitas produksi, dan pembukaan pasar baru,” ujar Entjik dalam keterangan resminya, Senin (20/7/2026).

        Temuan tersebut sejalan dengan hasil riset Katadata Insight Center yang menunjukkan setiap Rp1 pembiayaan produktif yang diperoleh UMKM melalui pindar berkorelasi dengan kenaikan rata-rata omzet bulanan sebesar Rp4 atau meningkat sekitar 121%.

        Riset yang sama juga menunjukkan pelaku UMKM merasakan manfaat pembiayaan digital dalam menjaga kelangsungan operasional usaha. Responden memberikan skor rata-rata 8,53 dari skala 10 terhadap peran pindar dalam menjaga stabilitas arus kas, terutama ketika menghadapi keterlambatan pembayaran pelanggan maupun lonjakan permintaan.

        Selain itu, sebanyak 64,7% responden mengaku lebih siap menghadapi kondisi darurat setelah memperoleh akses pembiayaan digital, sedangkan 55,3% menyatakan memiliki rasa aman karena tersedia akses modal yang dapat dimanfaatkan sewaktu-waktu.

        Salah satu pelaku UMKM yang memanfaatkan pembiayaan digital adalah Mama Khas Banjar di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Pemilik usaha, Firli Norachim dan Ani Andriani, memanfaatkan fasilitas pendanaan GrabModal Mantul by OVO Finansial untuk meningkatkan kapasitas usaha.

        Tambahan modal tersebut digunakan untuk memperbesar stok barang, memperluas operasional, serta mengembangkan produk baru berupa ikan asin kemasan yang dipasarkan sebagai oleh-oleh khas Kalimantan Selatan.

        Baca Juga: Pembiayaan Pindar Cetak Multiplier Effect 1,69 Kali, Omzet UMKM Melonjak 121%

        Baca Juga: Outstanding Pindar Tembus Rp103,73 Triliun, Ekonom Ingatkan Risiko Gali Lubang Tutup Lubang

        “Dengan adanya tambahan modal, kami bisa membeli lebih banyak barang untuk dijual kembali. Kalau stok tersedia, penjualan bisa meningkat dan pada akhirnya usaha juga bisa terus berkembang. Ditambah lagi, skema pemotongan harian sangat membantu. Kami tidak perlu memikirkan cicilan bulanan atau tanggal jatuh tempo secara manual. Kami cukup fokus menjaga penjualan harian,” ujar Firli.

        Firli memulai usahanya dari rumah kontrakan dengan modal awal Rp5 juta. Seiring meningkatnya permintaan, kapasitas produksi ikan asin berkembang dari sekitar 20 kilogram per bulan menjadi 1–2 ton per bulan. Saat ini, usaha tersebut telah memiliki dua gerai dan mempekerjakan 17 karyawan.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Azka Elfriza
        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: