Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Rodrigo De Paul Meledak Usai Argentina Gagal Juara, Singgung Teori Konspirasi hingga Kebencian kepada Tim Tango

        Rodrigo De Paul Meledak Usai Argentina Gagal Juara, Singgung Teori Konspirasi hingga Kebencian kepada Tim Tango Kredit Foto: Instagram/afaseleccion
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Rodrigo De Paul meluapkan emosinya setelah Argentina gagal mempertahankan gelar Piala Dunia 2026. Gelandang Albiceleste itu menilai banyak pihak sejak awal berharap timnya tumbang dan sengaja menyebarkan berbagai teori konspirasi sepanjang turnamen.

        Pernyataan tersebut disampaikan De Paul melalui akun media sosialnya tidak lama setelah Argentina takluk 0-1 dari Spanyol pada final Piala Dunia 2026 di Stadion MetLife, New York, Senin (20/7/2026) dini hari WIB.

        Dalam unggahannya, pemain berusia 32 tahun itu menyebut kekalahan Argentina justru memunculkan kembali berbagai tudingan yang menurutnya tidak berdasar.

        "Hari ini, aku melihat betapa banyak orang yang mengharapkan kekalahan ini, menyebarkan teori-teori konspirasi yang tidak berdasar selama Piala Dunia untuk meredakan rasa sakit mereka karena tidak dapat mengalami apa yang semua orang Argentina alami, karena senyuman kita mengganggu mereka, karena tingkah laku kita mengganggu mereka," tulis De Paul.

        Menurut De Paul, berbagai kritik yang diarahkan kepada Argentina selama Piala Dunia 2026 tidak mengubah kebanggaannya membela negaranya.

        "Namun, hal itu hanya menegaskan kembali gairah dan rasa cinta kami untuk membela jersey kita bisa mengatasi apapun... Ini akan terasa sakit untuk waktu yang lama, tapi hari ini lebih dari sebelumnya, aku bangga menjadi seorang Argentina," lanjutnya.

        Baca Juga: Jurnalis Spanyol Ngamuk! Argentina Dituding Tak Hormati Sepak Bola di Final Piala Dunia 2026

        Ucapan De Paul tidak lepas dari berbagai kontroversi yang mengiringi langkah Argentina sepanjang turnamen. Tim asuhan Lionel Scaloni beberapa kali dituding mendapat keuntungan dari keputusan wasit, bahkan sempat dijuluki sebagai "anak emas" FIFA oleh sejumlah pengamat maupun media asing.

        Sorotan tersebut semakin menguat setelah beberapa pertandingan fase gugur memunculkan keputusan-keputusan wasit yang menuai perdebatan. Meski demikian, Argentina tetap berhasil melangkah hingga partai final.

        Di laga puncak, Albiceleste sebenarnya mampu menahan gempuran Spanyol sepanjang waktu normal. Namun situasi berubah setelah Enzo Fernandez menerima kartu merah menjelang babak tambahan.

        Unggul jumlah pemain, Spanyol akhirnya memecah kebuntuan melalui Ferran Torres pada menit ke-106. Gol itu memastikan La Furia Roja menang 1-0 sekaligus mengakhiri ambisi Argentina mempertahankan gelar juara dunia.

        Kekalahan tersebut juga memutus rekor sempurna Argentina di Piala Dunia 2026. Sebelum final, Lionel Messi dan rekan-rekannya selalu meraih kemenangan sejak fase grup hingga semifinal.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Wahyu Pratama
        Editor: Wahyu Pratama

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: