Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Konsolidasi Asuransi BUMN, Taspen Khawatir Kepercayaan Nasabah Terganggu

        Konsolidasi Asuransi BUMN, Taspen Khawatir Kepercayaan Nasabah Terganggu Kredit Foto: Azka Elfriza
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        PT Taspen (Persero) menilai menjaga kepercayaan peserta menjadi tantangan terbesar dalam rencana konsolidasi perusahaan asuransi badan usaha milik negara (BUMN). Perseroan menilai keberhasilan penyederhanaan entitas tidak hanya bergantung pada aspek korporasi, tetapi juga pada kemampuan mempertahankan keyakinan peserta terhadap layanan dan manfaat yang diterima.

        Sekretaris Perusahaan Taspen Henra mengatakan perseroan bersama PT Asuransi Jiwa Taspen (Taspen Life) saat ini masih terlibat dalam pembahasan proses konsolidasi. Salah satu isu yang masih dikaji adalah keberlanjutan identitas produk yang selama ini telah dikenal oleh aparatur sipil negara (ASN) dan pensiunan.

        "Kita masih diskusi, ini kita punya produk itu Taspen Life dan lain-lainnya karena sudah dikenal oleh para peserta ASN dan pensiunan ataukah tidak. Karena nanti akan berpengaruh kepada keputusan mereka lanjut atau tidak," ujar Henra dalam agenda Press Club di Jakarta, Kamis (23/7/2026).

        Menurut Henra, pengenalan merek (brand recognition) menjadi faktor penting dalam menjaga loyalitas peserta. Selama ini, kedekatan antara TASPEN dan Taspen Life dinilai memudahkan peserta dalam mengakses layanan manfaat pensiun maupun produk asuransi.

        Karena itu, apabila konsolidasi menghasilkan entitas baru, perusahaan perlu memastikan proses transisi diikuti komunikasi dan edukasi yang memadai agar peserta memahami bahwa hak serta layanan mereka tetap terlindungi.

        "Kalau nanti gabung dengan entitas baru, sebenarnya yang perlu kita mengedukasi kembali kepada para peserta kita yang sudah menjadi peserta maupun yang baru mau masuk bahwa ini entitas baru. Kita harus meyakinkan bahwa aman," katanya.

        Henra menjelaskan tantangan terbesar bukan berasal dari proses integrasi korporasi, melainkan bagaimana menjaga kepercayaan peserta selama masa transisi.

        "Tantangannya dari sisi peserta. Sekarang kita jualan ke pemerintah daerah itu mereka ikut karena ada nama Taspen-nya. Jadi kalau ada apa-apa gampang ke Taspen," ujarnya.

        Dalam skema yang sedang dibahas, konsolidasi diperkirakan melibatkan tiga institusi. Indonesia Financial Group (IFG) diproyeksikan menjadi pemegang porsi terbesar dari sisi aset maupun kepemilikan saham, sementara kontribusi Taspen diperkirakan sekitar 19%.

        Sebagai bagian dari persiapan integrasi, Taspen dan Taspen Life telah memetakan sejumlah aspek strategis, mulai dari komunikasi kepada peserta, kesiapan operasional, hingga penguatan manajemen risiko. Langkah tersebut disiapkan agar proses konsolidasi berjalan lebih terarah tanpa mengganggu pelayanan kepada peserta.

        Baca Juga: Taspen Life Cetak Lonjakan Laba Bersih 526,7% di Tengah Penerapan PSAK 117

        Baca Juga: Pemerintah Siapkan Skema Cicil Utang Rp25,8 Triliun ke Taspen, Kapan Dibayar?

        Perseroan menilai komunikasi yang efektif menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas bisnis selama transformasi berlangsung. Kejelasan informasi mengenai manfaat, layanan, dan keberlanjutan produk diharapkan dapat meminimalkan ketidakpastian di kalangan peserta.

        Di sisi lain, Taspen Life mencatatkan kinerja positif menjelang proses konsolidasi. Berdasarkan laporan keuangan tahun buku 2025, perusahaan membukukan hasil jasa asuransi bersih sebesar Rp211,01 miliar, melonjak 526,70% dibandingkan Rp33,67 miliar pada tahun sebelumnya.

        Kinerja tersebut diraih di tengah implementasi Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 117 yang mulai berlaku bagi industri asuransi jiwa pada awal 2025. 

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Azka Elfriza
        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: