Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Dana Pensiun Jadi PR Besar, Ini 4 Program Utama TASPEN

Dana Pensiun Jadi PR Besar, Ini 4 Program Utama TASPEN Kredit Foto: Azka Elfriza
Warta Ekonomi, Jakarta -

Direktur Operasional PT Taspen (Persero), Tribuna Phitera Djaja mengatakan Bulan Dana Pensiun 2026 menjadi momentum untuk meningkatkan literasi, inklusi, dan kepesertaan dana pensiun. Untuk pertama kalinya, kegiatan ini digelar sebagai gerakan kolaboratif dengan tema "Muda Berkarya, Tua Bahagia".

"Kegiatan ini mengajak masyarakat mempersiapkan masa pensiun sejak dini melalui beberapa kegiatan edukatif dan inspiratif," ujar Tribuna dalam kick-off Bulan Dana Pensiun 2026 di Senayan, Jakarta, Minggu (6/9/2026).

Bagi peserta ASN, Taspen memiliki empat program utama, yakni Tabungan Hari Tua (THT), Program Pensiun, Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), dan Jaminan Kematian (JKM).

Program JKK memberikan perlindungan bagi peserta yang mengalami kecelakaan terkait pekerjaan atau kedinasan. Sementara JKM memberikan perlindungan apabila peserta meninggal dunia bukan akibat kecelakaan kerja saat masih aktif.

Adapun THT dan Program Pensiun memberikan manfaat saat peserta memasuki masa pensiun. Taspen membayarkan manfaat pensiun setiap bulan sesuai ketentuan, dan manfaat tertentu dapat diteruskan kepada ahli waris.

Baca Juga: 3 Pilar Mantap Indonesia, Jurus Bank Mandiri Taspen Bikin Pensiunan Tetap Produktif

Baca Juga: Mendikdasmen: Sekolah Terdampak Erupsi Anak Krakatau Bisa Gelar PJJ

Baca Juga: Menhub: Bandara Halim dan Soetta Masih Ditutup 4 Jam ke Depan Imbas Abu Anak Krakatau

"Taspen sebagai perusahaan asuransi sosial bagi ASN berkomitmen untuk terus meningkatkan awareness dan mendorong kesiapan pensiun sejak dini, khusus bagi ASN menuju masa pensiun yang sejahtera," katanya.

Per Agustus 2026, Taspen tercatat melayani 9,13 juta peserta, terdiri atas 5,85 juta peserta aktif dan 3,28 juta pensiunan.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Azka Elfriza
Editor: Dian Ihsan

Tag Terkait: