Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        PDIP Respons Prabowo soal 'Hati Sama dengan Pemerintah': Beda Posisi Politik, Bukan Berarti Berseberangan

        PDIP Respons Prabowo soal 'Hati Sama dengan Pemerintah': Beda Posisi Politik, Bukan Berarti Berseberangan Kredit Foto: Sufri Yuliardi
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        PDI Perjuangan menegaskan perbedaan posisi politik dengan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto tidak berarti adanya perbedaan tujuan dalam membangun bangsa. PDIP menyebut prinsip kebangsaan tetap menjadi titik temu meski saat ini berada di luar pemerintahan.

        Politikus PDIP Guntur Romli mengatakan partainya tidak pernah merasa memiliki hubungan yang terputus dengan Prabowo dalam hal menjaga kepentingan bangsa dan negara.

        "Setuju dengan pernyataan Presiden Prabowo. Tujuan pendirian PDI Perjuangan adalah membela bangsa dan negara, tidak tergantung posisi politik, baik di luar dan di dalam pemerintahan," kata Guntur kepada wartawan, Jumat (24/7/2026).

        Menurut Guntur, perbedaan posisi antara pemerintah dan PDIP saat ini hanya berkaitan dengan sikap politik. Ia menilai hal tersebut merupakan bagian dari dinamika demokrasi yang tidak menghilangkan kesamaan prinsip.

        "Untuk soal prinsip menjaga bangsa dan negara, PDI Perjuangan tidak merasa berpisah dari Pak Prabowo. Kalau soal posisi politik juga hanya beda posisi saja, saat ini ada di luar pemerintahan," ujarnya.

        Sementara itu, Ketua DPP PDIP Djarot Saiful Hidayat juga merespons pernyataan Prabowo yang menyebut adanya kesamaan hati antara pemerintah dan partainya.

        Djarot menegaskan PDIP tetap berpegang pada nilai-nilai Pancasila serta arah pembangunan ekonomi yang merujuk pada Pasal 33 dan 34 UUD 1945.

        "Secara ideologis PDI Perjuangan senantiasa kukuh untuk melaksanakan Pancasila sesuai dengan semangat kelahirannya 1 Juni 1945 dan UUD 1945, termasuk pasal 33 dan 34 yang kemarin disampaikan oleh Pak Prabowo," kata Djarot.

        Ia menyebut prinsip pembangunan ekonomi berdasarkan konstitusi merupakan bagian dari pilihan ideologis PDIP dalam memperjuangkan kesejahteraan masyarakat.

        Baca Juga: Prabowo: Sebetulnya PDIP Hatinya Sama dengan Kita

        "Haluan pembangunan ekonomi Indonesia sesuai dengan pasal 33 dan 34 UUD 1945 adalah pilihan ideologis bahwa tujuan Indonesia merdeka adalah mewujudkan masyarakat sosialis Indonesia," tambahnya.

        Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyinggung hubungan politik antara pemerintahannya dengan PDIP saat menghadiri acara Harlah ke-28 PKB di JCC Senayan, Jakarta, Kamis (23/7/2026).

        Prabowo mengatakan perbedaan dalam politik merupakan hal yang wajar. Menurutnya, persaingan dan perbedaan pilihan tidak menutup kemungkinan adanya kerja sama di masa mendatang.

        "Jadi, Saudara-saudara, bersaing itu baik. Bertanding itu baik. Kadang-kadang kita berpisah, nggak masalah. Nanti juga bergabung lagi," kata Prabowo.

        Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga menyebut PDIP sebenarnya memiliki kesamaan hati dengan pemerintah jika dilihat dari nilai perjuangan bangsa.

        "PDIP juga sebetulnya hatinya sama dengan kita, benar, coba cek, digali hatinya. Sebetulnya sama," ujar Prabowo.

        Prabowo mengaitkan pandangannya itu dengan sejarah pembentukan UUD 1945 yang melibatkan para pendiri bangsa, termasuk Presiden pertama RI Soekarno yang selama ini menjadi tokoh penting bagi PDIP.

        Menurut Prabowo, kesamaan nilai tersebut menunjukkan adanya tujuan bersama antara pemerintah dan PDIP dalam membangun Indonesia.

        Meski demikian, hingga saat ini PDIP masih berada di luar pemerintahan. Perbedaan posisi politik tersebut menjadi bagian dari dinamika antara partai penguasa dan partai di luar pemerintahan dalam sistem demokrasi Indonesia.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Wahyu Pratama
        Editor: Wahyu Pratama

        Bagikan Artikel: