Synergy Solusi Dorong Transformasi Kepatuhan Regulasi Lewat Teknologi AI
Kredit Foto: Synergy
Kompleksitas regulasi di bidang Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) serta lingkungan mendorong kebutuhan dunia usaha terhadap solusi digital yang mampu mempercepat proses identifikasi kewajiban kepatuhan. Menjawab kebutuhan tersebut, Synergy Solusi Group meluncurkan HSE Legal Identification, aplikasi berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang dirancang untuk membantu perusahaan memetakan regulasi sesuai karakteristik operasionalnya.
Solusi digital tersebut memanfaatkan Proxsis AI untuk mengidentifikasi regulasi K3 dan lingkungan yang relevan berdasarkan profil serta aktivitas operasional perusahaan. Dengan pendekatan tersebut, proses yang sebelumnya dilakukan secara manual diharapkan menjadi lebih cepat dan sistematis sehingga dapat mengurangi risiko ketidakpatuhan terhadap regulasi.
CEO Synergy Solusi Group Fahmi Munsah Ismail mengatakan tantangan terbesar yang dihadapi pelaku usaha saat ini bukan hanya mengikuti perubahan regulasi, tetapi juga menentukan aturan yang benar-benar berlaku bagi operasional perusahaan.
“Tantangan perusahaan saat ini bukan hanya mengikuti perubahan regulasi, tetapi juga memastikan regulasi mana yang benar-benar berlaku bagi operasional mereka. Melalui dukungan Proxsis AI, kami ingin membantu perusahaan memperoleh identifikasi regulasi secara lebih cepat dan akurat sehingga proses kepatuhan dapat dimulai lebih awal dan pengambilan keputusan dapat dilakukan dengan lebih percaya diri,” ujar Fahmi dalam keterangan tertulis.
Melalui aplikasi tersebut, pengguna hanya perlu menjawab sejumlah pertanyaan terkait profil perusahaan. Selanjutnya, sistem akan menghasilkan identifikasi awal berupa daftar regulasi yang relevan beserta gambaran kewajiban yang perlu dipenuhi.
Selain mempercepat proses identifikasi, aplikasi ini juga memberikan gambaran awal mengenai kewajiban kepatuhan yang dapat menjadi dasar evaluasi internal maupun pendampingan lanjutan bersama tenaga ahli.
Synergy Solusi menyebut solusi tersebut dapat dimanfaatkan oleh berbagai sektor industri yang memiliki kewajiban penerapan aspek K3 dan lingkungan, mulai dari manufaktur, konstruksi, pertambangan, minyak dan gas, energi, logistik, infrastruktur, hingga sektor jasa.
Baca Juga: Pertamina Andalkan Platform Geospasial Berbasis AI untuk Perkuat Tata Kelola
Baca Juga: Google Proyeksikan AI Dorong Ekonomi Kreatif RI hingga Rp66 Triliun per Tahun
Baca Juga: IDAI Dorong AI dan Telemedicine Perluas Layanan Jantung Anak di Indonesia
Pengembangan solusi berbasis AI ini dinilai sejalan dengan meningkatnya kebutuhan perusahaan terhadap digitalisasi fungsi governance, risk, dan compliance di tengah semakin kompleksnya regulasi nasional maupun internasional. Pemanfaatan teknologi juga diharapkan membantu perusahaan meningkatkan efisiensi proses kepatuhan sekaligus meminimalkan risiko hukum dan operasional.
Sebagai tindak lanjut, perusahaan juga menyediakan layanan profesional yang mencakup penyusunan legal register, compliance assessment, gap analysis, audit, konsultasi, pelatihan, hingga implementasi sistem manajemen HSSEE sesuai kebutuhan masing-masing organisasi.
Synergy Solusi Group menyatakan pengembangan HSE Legal Identification merupakan bagian dari upaya mengintegrasikan kompetensi praktisi HSSEE dengan teknologi digital melalui ekosistem Proxsis AI. Pendekatan tersebut diharapkan dapat membantu perusahaan membangun sistem kepatuhan yang lebih efektif sekaligus mendukung peningkatan produktivitas, daya saing, dan keberlanjutan bisnis.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Annisa Nurfitri
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: