Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Google Proyeksikan AI Dorong Ekonomi Kreatif RI hingga Rp66 Triliun per Tahun

Google Proyeksikan AI Dorong Ekonomi Kreatif RI hingga Rp66 Triliun per Tahun Kredit Foto: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
Warta Ekonomi, Jakarta -

Google memperkirakan adopsi penuh kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) generatif di sektor media dan ekonomi kreatif Indonesia berpotensi menciptakan nilai ekonomi hingga Rp66 triliun per tahun. Potensi tersebut berasal dari peningkatan produktivitas pelaku industri sekaligus perluasan pasar karya kreator Indonesia ke tingkat global.

Country Director Google Indonesia Veronica Utami mengatakan proyeksi tersebut merupakan temuan dalam AI Economy Opportunity Report yang menunjukkan AI dapat menjadi pendorong pertumbuhan baru bagi industri kreatif nasional.

"Temuan terbaru dari laporan AI Economy Opportunity Report, yang kami bagikan hari ini menunjukkan bahwa adopsi AI generatif di sektor media saja sudah punya potensi menghasilkan Rp66 triliun per tahun," ujar Veronica dalam Peluncuran Laporan & Diskusi: Google AI & YouTube untuk Ekonomi Kreatif di Jakarta, Kamis (23/7/2026).

Selain memberikan nilai tambah bagi industri, AI generatif juga diproyeksikan meningkatkan efisiensi kerja. Laporan tersebut menyebut pekerja di sektor kreatif dapat menghemat rata-rata 390 jam kerja per tahun atau setara sekitar 50 hari kerja melalui pemanfaatan AI.

Penghematan waktu itu memungkinkan pelaku industri mengalihkan pekerjaan administratif ke proses yang lebih bernilai, seperti pengembangan ide, penyusunan konsep, hingga pembuatan alur cerita.

Google juga menilai AI berpotensi memperkuat daya saing ekonomi kreatif Indonesia di pasar internasional. Melalui fitur lokalisasi seperti penerjemahan otomatis, pembuatan subtitle, dan dubbing, kreator dapat menjangkau audiens global dengan lebih cepat.

Pemanfaatan teknologi tersebut diperkirakan mampu menghasilkan nilai ekspor konten kreatif hingga Rp6,7 triliun per tahun.

Di sisi lain, Google mencatat ekosistem kreatif YouTube telah memberikan kontribusi lebih dari Rp8,4 triliun terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia sepanjang 2025. Platform tersebut juga mendukung lebih dari 190.000 lapangan kerja penuh waktu.

Laporan itu turut menunjukkan 81% kreator Indonesia memanfaatkan YouTube untuk memperkenalkan budaya, musik, dan karya kreatif kepada audiens internasional, memperkuat posisi platform digital sebagai saluran ekspor ekonomi kreatif.

Baca Juga: Huawei Sasar Pebisnis dan Kreator Lewat Tablet AI Premium

Baca Juga: Netflix Rogoh Rp10,5 Triliun Demi Akuisisi Startup AI Milik Ben Affleck

Baca Juga: Meta Bangun Pusat Data AI Pertama di Kanada, Nilai Investasi Capai CAD $13 Miliar

Ke depan, Google menyatakan akan terus memperkuat pengembangan ekosistem AI di Indonesia melalui penyediaan teknologi, program peningkatan keterampilan (upskilling), serta penguatan sistem keamanan platform.

Veronica menilai kolaborasi antara teknologi AI dan kreativitas manusia menjadi faktor penting untuk memaksimalkan potensi ekonomi digital nasional.

"Saat kita memasuki era AI, sinergi antara teknologi dan kreativitas manusia menjadi jauh lebih penting dari sebelumnya. Untuk mewujudkan potensi secara maksimal, kita harus bekerja sama secara kolaboratif guna memastikan ekosistem digital kita tetap terbuka, inklusif, dan aman bagi semua orang," ujarnya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
Editor: Annisa Nurfitri