Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        PHE Kantongi 12 Joint Study, Perluas Portofolio Eksplorasi dengan 9 Wilayah Kerja Baru

        PHE Kantongi 12 Joint Study, Perluas Portofolio Eksplorasi dengan 9 Wilayah Kerja Baru Kredit Foto: Pertamina Hulu Energi
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        PT Pertamina Hulu Energi (PHE) terus memperluas portofolio eksplorasi migas melalui penambahan wilayah kerja (WK) baru dan kerja sama eksplorasi dengan perusahaan energi global. 

        Hingga Juli 2026, PHE tercatat memiliki 12 Joint Study (JS), terbanyak di Indonesia, sekaligus mengakuisisi sembilan wilayah kerja eksplorasi baru di Indonesia dan Malaysia sejak 2023.

        Berdasarkan data Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas), jumlah Joint Study PHE meningkat dari 10 studi pada April 2026 menjadi 12 studi per Juli 2026. Dari jumlah tersebut, 10 studi masih berjalan, satu telah selesai, dan satu lainnya masih menunggu persetujuan pemerintah.

        Kerja sama tersebut melibatkan sejumlah perusahaan energi global, antara lain Petronas, BP, ENI, KUFPEC, SK Earthon, PetroChina, POSCO, TPAO, Woodside, serta mitra strategis lainnya. 

        Selain di Indonesia, PHE juga menjalin kerja sama melalui skema Technical Evaluation Agreement (TEA) bersama Management Petroleum Malaysia (MPM) untuk beberapa blok migas di Malaysia.

        Di sisi ekspansi aset, PHE memperoleh delapan wilayah kerja eksplorasi baru di Indonesia sepanjang 2023-2026, yakni Bunga, Peri Mahakam, East Natuna, Melati, Binaiya, Lavender, Bobara, dan North Ketapang. Perseroan juga menambah satu wilayah kerja di Malaysia, yaitu Blok SK-510.

        Seluruh wilayah kerja tersebut akan dikembangkan melalui berbagai program eksplorasi sesuai komitmen kerja pasti, mulai dari studi geologi dan geofisika, akuisisi data seismik, hingga pemboran eksplorasi guna meningkatkan peluang penemuan cadangan migas baru.

        Direktur Eksplorasi PT Pertamina Hulu Energi, Asep Samsul Arifin, mengatakan penguatan portofolio eksplorasi menjadi strategi jangka panjang perusahaan untuk menjaga keberlanjutan produksi migas nasional.

        "Eksplorasi merupakan investasi jangka panjang bagi keberlanjutan industri hulu migas. Melalui perluasan wilayah kerja, penguatan kolaborasi dengan mitra global, serta penerapan teknologi eksplorasi yang semakin maju, kami terus membangun portofolio yang berkualitas untuk meningkatkan peluang penemuan sumber daya migas baru. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen PHE dalam mendukung ketahanan dan kemandirian energi nasional," ujar Asep dalam keterangan resemi dikutip Senin (27/7/2026).

        Menurut perusahaan, kolaborasi dengan mitra internasional juga menjadi sarana transfer teknologi dan peningkatan kapabilitas teknis dalam mengidentifikasi potensi cekungan migas baru yang berpeluang menjadi sumber cadangan masa depan.

        Baca Juga: PHE Tambah 9 Wilayah Kerja Migas Baru untuk Ketahanan Energi

        Baca Juga: Cetak Sejarah Baru, PHE OSES Mulai Injeksi Polimer Lepas Pantai Pertama di Indonesia

        Kinerja eksplorasi PHE juga mendapat pengakuan di tingkat global. Berdasarkan data S&P Global periode 2021-2025 yang dirilis pada 2026, PHE menjadi National Oil Company (NOC) dengan penambahan luas area eksplorasi baru terbesar di dunia, mencapai lebih dari 90.000 kilometer persegi. Capaian tersebut melampaui sejumlah perusahaan migas nasional lain, seperti Petronas, PTTEP, ADNOC, dan Sinopec.

        Perusahaan menilai penguatan portofolio eksplorasi menjadi salah satu langkah untuk menopang penemuan cadangan baru sekaligus menjaga ketahanan pasokan energi nasional di tengah meningkatnya kebutuhan energi dan penurunan produksi alamiah dari lapangan migas eksisting.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
        Editor: Dwi Aditya Putra

        Bagikan Artikel: