Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Tak Hanya Andalkan Jokowi, Kaesang Pangarep Bisa 'Jebol Kandang Banteng' Lewat Citra Ini

        Tak Hanya Andalkan Jokowi, Kaesang Pangarep Bisa 'Jebol Kandang Banteng' Lewat Citra Ini Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep mulai memanaskan persaingan politik menjelang Pemilu 2029 dengan memutuskan maju sebagai bakal calon anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan (Dapil) V Jawa Tengah. 

        Langkah itu muncul di tengah temuan survei yang menunjukkan kekuatan utama Kaesang berada pada citranya sebagai representasi generasi muda.

        Lembaga Pemilih Indonesia (LPI) dalam surveinya menemukan bahwa figur Kaesang memperkuat citra PSI sebagai partai anak muda. Direktur Riset dan Kebijakan Politik LPI Fernando Emas mengatakan alasan utama publik menyukai Kaesang bukan semata karena statusnya sebagai putra Presiden Ke-7 RI Joko Widodo, melainkan karena dinilai mewakili generasi muda.

        Menurut Fernando, figur Kaesang dinilai dapat memperluas jangkauan pengenalan publik terhadap PSI sekaligus membawa semangat pembaruan.

        Hasil survei menunjukkan 72 persen responden menilai Kaesang mewakili generasi muda. Selain itu, 65 persen responden menilai Kaesang akan membuat PSI lebih dikenal masyarakat, sedangkan 61 persen menilai Kaesang membawa semangat pembaruan dalam politik.

        Survei yang sama juga mencatat 69,7 persen responden menilai kepemimpinan Kaesang dapat memperkuat citra PSI sebagai partai yang dekat dengan Jokowi. Sementara itu, 68,2 persen responden mengakui ketertarikan mereka terhadap PSI turut dipengaruhi oleh figur Kaesang.

        Fernando mengatakan temuan tersebut menunjukkan bahwa daya tarik Kaesang memiliki nilai jual tersendiri. Namun, menurutnya, faktor Jokowi dan Kaesang pada akhirnya saling memperkuat dalam membentuk citra PSI sebagai partai anak muda yang diasosiasikan sebagai representasi politik Jokowi.

        Di tengah upaya memperkuat basis dukungan tersebut, Kaesang mengumumkan akan maju sebagai calon anggota DPR RI dari Dapil V Jawa Tengah pada Pemilu 2029. Pengumuman itu disampaikan saat memberikan sambutan dalam Rapat Koordinasi Daerah DPD PSI Kota Solo yang dihadiri pengurus DPW PSI Jawa Tengah, DPD PSI Solo, DPD PSI Cilacap, serta ratusan kader tingkat DPC dan DPRt.

        Dalam kesempatan itu, Kaesang menyampaikan bahwa dirinya akan membersamai seluruh kader, khususnya di Solo, sebagai bakal calon legislatif dari Dapil V Jawa Tengah.

        Rencana Kaesang tersebut mendapat tanggapan dari Ketua DPP PDI Perjuangan Ganjar Pranowo. Menurut Ganjar, setiap warga negara memiliki hak untuk mencalonkan diri sebagai anggota DPR RI.

        Ganjar juga menanggapi keputusan Kaesang maju dari Dapil V Jawa Tengah, yang juga merupakan daerah pemilihan Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani. Menurut dia, pencalonan tersebut bukan merupakan tantangan bagi PDI Perjuangan.

        Baca Juga: Kaesang Pangarep 'Berani Main' di Kandang Banteng, Maju di Dapil V Jawa Tengah pada Pileg 2029

        Ketika ditemui di Gedung DPP PDI Perjuangan, Jakarta Pusat, Minggu (26/7/2026), Ganjar menyatakan dirinya masih meyakini Jawa Tengah merupakan "kandang banteng".

        "Orang nyalon kok nantang? Kamu juga nyalonin boleh-boleh saja. Semuanya boleh. Saya masih yakin kandang banteng," katanya dikutip dari ANTARA 

        Sebelumnya, Puan Maharani maju sebagai calon anggota DPR RI dari Dapil V Jawa Tengah pada Pemilu 2009. Dapil tersebut meliputi Kota Surakarta, Kabupaten Sukoharjo, Kabupaten Klaten, dan Kabupaten Boyolali. Pada pemilu tersebut, Puan memperoleh 242.504 suara dan terpilih sebagai anggota DPR RI.

        Survei LPI sendiri juga mencatat bahwa meski citra Kaesang dan PSI relatif positif, elektabilitas PSI masih berada di bawah ambang batas parlemen. Dalam simulasi jika pemilu dilaksanakan hari ini, PSI memperoleh 1,9 persen suara nasional, masih di bawah parliamentary threshold sebesar 4 persen.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Amry Nur Hidayat
        Editor: Amry Nur Hidayat

        Bagikan Artikel: