Sarwendah Merasa Dipojokkan, Ruben Onsu: Apakah Saya Harus Terus Diam?
Kredit Foto: ChatGPT/Belinda Safitri
Perseteruan antara Ruben Onsu dan mantan istrinya, Sarwendah, kembali memanas di tengah proses gugatan hak asuh anak yang masih bergulir.
Setelah kubu Sarwendah menilai berbagai pernyataan dari pihak Ruben telah menyudutkan kliennya dan berpotensi memengaruhi psikologis anak-anak, Ruben akhirnya memberikan respons panjang melalui media sosial.
Presenter itu menegaskan dirinya tidak pernah memiliki niat untuk memojokkan Sarwendah. Menurut Ruben, apa yang ia lakukan hanyalah memberikan klarifikasi atas berbagai pernyataan yang telah beredar di ruang publik.
Melalui unggahan di akun Instagram yang turut menyertakan video pernyataan kuasa hukum Sarwendah, Chris Sam Siwu, Ruben mengaku sebenarnya sudah menyadari adanya perubahan sikap dari anak-anaknya belakangan ini.
"Saya sebenarnya sudah mengetahui seperti apa reaksi anak saya. Dan bukan berarti nanti anak saya tidak sayang, tetapi sejak beberapa waktu lalu saya sudah melihat adanya perubahan reaksi dari anak saya yang berbeda. Saya sebagai orang tua tentu bisa merasakan dan memahami hal tersebut," tulis Ruben Onsu.
Baca Juga: Selain Nafkah Rp200 Juta, Ruben Onsu Ternyata Ikut Bayar Tagihan Kredit Sarwendah, Alasannya...
Meski demikian, Ruben menegaskan dirinya sama sekali tidak berniat menyerang mantan istrinya. Ia mengaku hanya ingin meluruskan informasi berdasarkan jejak digital dan pernyataan yang pernah disampaikan Sarwendah.
"Tidak ada niat saya untuk memojokkan klien Bapak. Yang saya lakukan hanya menjawab dan meluruskan berdasarkan jejak digital serta pernyataan-pernyataan yang pernah disampaikan oleh klien Bapak," ungkap Ruben.
Ia bahkan meminta agar publik menelusuri kembali berbagai siaran langsung yang pernah dilakukan Sarwendah.
"Coba dicek kembali semua tayangan atau setiap live yang dilakukan oleh klien Bapak. Dan perlu diingat, semua ini pada akhirnya berawal dari live siapa hingga permasalahan ini menjadi ramai?" sambungnya.
Ruben kemudian mengungkap alasan mengapa dirinya kini memilih tidak lagi diam. Menurutnya, berbagai narasi yang berkembang belakangan justru memberikan citra buruk terhadap dirinya sebagai seorang ayah.
"Apakah saya masih harus terus diam dan mengiyakan semuanya? Selama ini saya sudah memilih untuk diam, Pak. Namun belakangan ini saya merasa perlu meluruskan satu per satu, karena mungkin kesalahan terbesar saya adalah terlalu lama diam ketika ada ucapan-ucapan yang berdampak kurang baik terhadap saya sebagai seorang ayah," katanya.
Ia mengaku sempat berharap persoalan tersebut akan mereda dengan sendirinya. Namun, kenyataan yang terjadi justru sebaliknya.
"Saya berpikir semuanya akan berhenti dengan sendirinya dan keadaan akan membaik. Namun kenyataannya justru semakin berlanjut. Bahkan ketika sedang live, selalu ada saja pembahasan yang mengarah dan memberikan kesan kurang baik terhadap saya. Maka dari itu, yang saya lakukan hanyalah meluruskan berdasarkan pernyataan-pernyataan yang sudah ada," sambung dia.
Ruben juga menjelaskan alasan akhirnya membawa persoalan tersebut ke jalur hukum. Menurutnya, kesepakatan mengenai waktu bertemu anak tidak berjalan sesuai harapan dan komunikasi dengan pihak Sarwendah dinilai tidak berjalan dengan baik.
"Bapak juga perlu memahami mengapa saya akhirnya terpaksa menempuh jalur pengadilan. Hal tersebut terjadi karena kesepakatan waktu yang sudah ditentukan tidak berjalan sesuai harapan, serta komunikasi yang menurut saya tidak berjalan dengan baik. Memang dikatakan tidak menghalangi, tetapi apa yang saya alami dalam proses komunikasi berbeda dengan kenyataan yang terjadi. Mohon dipahami," tutupnya.
Baca Juga: Konflik Panjang dengan Sarwendah, Ruben Onsu: Kesalahan Terbesar Saya Adalah...
Sebelumnya, kuasa hukum Sarwendah, Chris Sam Siwu, mengingatkan agar pihak Ruben tidak terus-menerus menyudutkan kliennya. Menurutnya, hal tersebut justru dapat berdampak pada hubungan Ruben dengan anak-anaknya.
"Mungkin ini buat masukan juga kepada kuasa hukum RO, bahwa semakin ibunya anak-anak ini terus dipojokkan, disakiti, kita sebagai seorang anak pasti akan membela mati-matianlah ibu kita," kata Chris Sam Siwu di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (22/7).
"Jadi hati-hati juga kalau nanti terus-terusan di-framing, dibalikkan, diputarbalikkan sesuatu yang enggak benar, membuat klien kami terus menangis, dan anak-anaknya melihat. Anak-anaknya juga makin tidak sayang nanti dengan orang yang memojokkan klien kami," ujarnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri
Tag Terkait: