- Home
- /
- Kabar Finansial
- /
- Bursa
Saham TUGU Tampil Beda, jadi Primadona Investor Asing di Tengah Tekanan IHSG
Kredit Foto: Istimewa
Di tengah tekanan yang masih membayangi pasar saham nasional, PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (TUGU) justru tampil berbeda. Ketika Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih terkoreksi sekitar 28,8% sejak awal tahun, saham TUGU mampu mencatatkan kenaikan sekitar 3,0% secara year-to-date (YTD).
Performa tersebut rupanya tidak luput dari perhatian investor asing. Sepanjang tahun berjalan, saham TUGU dibeli bersih oleh investor asing sebesar sekitar Rp21 miliar. Arus dana asing yang terus mengalir ini dinilai menjadi sinyal bahwa pasar mulai melihat potensi pertumbuhan emiten asuransi anak usaha PT Pertamina (Persero) tersebut.
Optimisme juga tercermin dari pandangan sejumlah analis. Dalam beberapa bulan terakhir, berbagai perusahaan sekuritas memberikan rekomendasi positif terhadap saham TUGU dengan potensi kenaikan harga yang masih cukup menarik.
Phintraco Sekuritas, misalnya, merekomendasikan beli dengan target harga Rp1.740 per saham. Sementara KISI Sekuritas mematok target Rp1.800, Sinarmas Sekuritas menetapkan target Rp1.700, sedangkan Semesta Sekuritas memberikan target harga Rp1.725. Seluruh target tersebut berada di atas level perdagangan saham TUGU saat ini.
Analis Semesta Sekuritas Nicholas Dharmawan menilai TUGU memiliki fondasi bisnis yang kuat. Menurutnya, perusahaan telah berhasil membangun posisi sebagai salah satu pemain utama di bisnis asuransi energi dan marine, sekaligus terus memperluas portofolionya ke berbagai lini asuransi komersial lainnya.
Diversifikasi tersebut dinilai penting karena membuat sumber pendapatan perusahaan menjadi lebih beragam. Dengan tidak hanya bergantung pada satu segmen bisnis, prospek pertumbuhan TUGU dinilai menjadi semakin berkelanjutan.
Nicholas juga menilai valuasi saham TUGU masih sangat menarik.
Dalam risetnya, ia menyebut saham TUGU saat ini diperdagangkan hanya sekitar 0,4 kali price-to-book value (PBV) berdasarkan kinerja tahun 2025, jauh lebih rendah dibandingkan perusahaan asuransi umum lain, baik di Indonesia maupun kawasan regional.
“Valuasi terlampau murah jika melihat kondisi fundamental perusahaan yang terus membaik, posisi permodalan yang kuat serta tren peningkatan kinerja underwriting,” ungkap Nicholas yang dikutip di Jakarta, Kamis (30/7/2026).
Baca Juga: Analis Sebut Valuasi Saham TUGU Belum Mencerminkan Fundamental Perusahaan
Selain valuasi, Nicholas juga menyoroti kualitas fundamental perusahaan yang tercermin dari rekam jejak pemeringkatan internasionalnya. Hal ini menjadi salah satu faktor yang memperkuat kepercayaan investor terhadap kemampuan TUGU dalam menjaga kesehatan keuangan secara konsisten.
Ia menjelaskan, TUGU telah mempertahankan Financial Strength Rating (FSR) A- (Excellent) dan Long-Term Issuer Credit Rating (ICR) “a-” (Excellent) dari lembaga pemeringkat global AM Best selama satu dekade sejak 2016.
Pada penegasan peringkat terakhir, TUGU juga kembali memperoleh Indonesia National Scale Rating (NSR) aaa.ID (Exceptional), peringkat tertinggi di skala nasional, dengan prospek stabil.
Bagi pelaku pasar, pencapaian tersebut bukan sekadar simbol. Peringkat dari AM Best mencerminkan kekuatan modal, kualitas manajemen risiko, serta kemampuan perusahaan memenuhi kewajibannya kepada para pemegang polis. Di sisi lain, kinerja operasional TUGU juga terus menunjukkan tren yang positif.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Fajar Sulaiman
Editor: Fajar Sulaiman
Tag Terkait: