Penjualan Mobil Nasional Kerek Laba Bisnis Otomotif Astra hingga Tumbuh 9 Persen
Kredit Foto: Istimewa
Kinerja bisnis otomotif PT Astra International Tbk tetap menunjukkan tren kenaikan pada semester pertama 2026. Di tengah persaingan pasar yang semakin ketat, segmen otomotif Astra membukukan laba bersih sebesar Rp5,9 triliun atau tumbuh 9 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Peningkatan tersebut sejalan dengan membaiknya pasar kendaraan nasional. Berdasarkan laporan keuangan semester I 2026 perusahaan, penjualan mobil secara nasional mencapai sekitar 437 ribu unit atau meningkat 16 persen dibandingkan semester pertama tahun lalu. Sementara itu, penjualan kendaraan yang berada di bawah Grup Astra juga ikut bertumbuh sebesar 10 persen.
Meski laju pertumbuhan penjualan Astra berada di bawah kenaikan pasar secara keseluruhan, perusahaan masih mempertahankan dominasinya di industri otomotif nasional. Merek Toyota dan Daihatsu tetap menjadi dua merek mobil terlaris di Indonesia dengan pangsa pasar gabungan mencapai 51 persen.
Tidak hanya ditopang penjualan mobil baru, kinerja otomotif Astra juga memperoleh kontribusi positif dari bisnis komponen. Divisi tersebut mencatat kenaikan laba bersih sebesar 23 persen menjadi Rp921 miliar pada semester pertama 2026, didorong peningkatan kontribusi dari seluruh segmen usaha.
Sementara itu, bisnis mobilitas Astra juga mencatat pertumbuhan. Penjualan mobil bekas meningkat 4 persen menjadi 15.700 unit, sedangkan jumlah kendaraan dalam kontrak bertambah 13 persen menjadi 29.200 unit.
Presiden Direktur PT Astra International Tbk, Rudy, mengatakan bisnis otomotif menjadi salah satu penopang utama kinerja perseroan pada paruh pertama tahun ini, bersama sektor jasa keuangan.
Baca Juga: Kembali Sponsori GIIAS 2026, OJK Apresiasi Komitmen Astra Finansial di Industri Otomotif
"Pada semester pertama 2026, Grup mencatat peningkatan kontribusi dari bisnis Otomotif dan Jasa Keuangan. Namun, penurunan kontribusi dari bisnis Solusi Pertambangan dan Alat Berat mengakibatkan penurunan laba bersih Grup secara keseluruhan," ujar Rudy dalam laporan keuangan semester I 2026.
Secara konsolidasi, Astra membukukan pendapatan bersih sebesar Rp157,9 triliun hingga Juni 2026, turun 3 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Laba bersih perseroan juga turun 19 persen menjadi Rp12,5 triliun akibat melemahnya kontribusi dari bisnis solusi pertambangan dan alat berat, termasuk dampak penurunan penjualan alat berat serta produksi tambang emas.
Meski demikian, Astra menilai prospek bisnis jangka panjang tetap positif. Perseroan kini memfokuskan strategi pada tiga bisnis inti, yakni otomotif, jasa keuangan, serta solusi pertambangan dan alat berat, sembari memperkuat efisiensi dan disiplin dalam alokasi modal untuk menjaga pertumbuhan yang berkelanjutan.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ilham Nurul Karim
Editor: Fajar Sulaiman
Tag Terkait: