Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        BGN Bongkar Anomali Dana MBG, Rp311 Miliar Diselamatkan dari 414 Dapur Bermasalah

        BGN Bongkar Anomali Dana MBG, Rp311 Miliar Diselamatkan dari 414 Dapur Bermasalah Kredit Foto: Sufri Yuliardi
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono melontarkan kritik balik terhadap pihak-pihak yang menyebut Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi penyebab berbagai persoalan anggaran negara. Menurutnya, kerusakan sekolah hingga minimnya infrastruktur sudah terjadi jauh sebelum program tersebut diluncurkan.

        Pernyataan itu disampaikan Sudaryono saat konferensi pers di Kantor BGN, Jakarta Pusat, Jumat (31/7/2026). Ia mengaku geram melihat narasi yang berkembang di media sosial yang menyalahkan MBG atas berkurangnya anggaran di sejumlah sektor.

        "Karena saya gemas juga tuh lihat komentar di sosial media, seolah-olah kan MBG ini ngabisin anggaran negara. Terus seolah-olah ini kurang, itu kurang, ini kurang, itu kurang," ujar Sudaryono.

        Mantan Wakil Menteri Pertanian itu menegaskan pemerintah tetap menjalankan berbagai program prioritas meski mengalokasikan anggaran besar untuk MBG. Menurutnya, pembangunan di sektor pendidikan, pertanian, hingga infrastruktur tetap menjadi perhatian pemerintah.

        Ia kemudian mencontohkan kondisi sekolah yang rusak. Sudaryono menilai persoalan tersebut tidak bisa serta-merta dikaitkan dengan keberadaan Program MBG.

        "Dulu nggak ada MBG, kan sekolah itu ada yang rusak, bolong apa semua, itu kan nggak karena terus kemudian Pak Prabowo jadi Presiden, ada MBG terus sekolahnya mendadak jadi rusak, kan nggak? Dulu ke mana? Yang sekolah rusak itu dulu duitnya untuk MBG mestinya dari kemarin-kemarin dong, nggak ada MBG harusnya sekolah itu bagus semua, kan nggak," katanya.

        Selain pendidikan, Sudaryono menyebut pemerintah juga terus meningkatkan kesejahteraan guru honorer. Ia mengatakan pemerintah kini telah memastikan gaji guru honorer mencapai Rp2 juta per bulan.

        "Guru honorer. Dulu nggak ada MBG kan nggak kemudian karena MBG kemudian guru honorer gajinya kecil. Bahkan oleh Pak Presiden kan sudah dipastikan sampai dengan Rp2.000.000, ya kan gitu. Dulu kan nggak. Nah, sekarang ada MBG katanya dipotong untuk MBG, sekarang kita benahi semua," tegasnya.

        Baca Juga: BGN Temukan 414 Dapur MBG Fiktif dan Punya Rekening Dobel

        Sudaryono juga menyinggung persoalan infrastruktur, terutama jembatan rusak yang kerap viral di media sosial. Menurutnya, kondisi tersebut juga telah berlangsung sejak lama dan bukan akibat adanya Program MBG.

        Ia menyebut pemerintah kini justru mempercepat pembangunan infrastruktur melalui berbagai program, termasuk pembangunan ribuan jembatan di berbagai daerah.

        "Kemudian orang sekarang di video, orang nyebrang sungai, pake titian mempertaruhkan nyawa. Dulu nggak ada MBG kenapa nggak dibangun jembatannya? Maksud saya, ini sekarang ada diambil MBG, sekarang ada Satgas Jembatan. Target 10.000 jembatan dibangun, sudah ribuan jembatan oleh angkatan darat dan polisi dibangun di desa-desa," tutup Sudaryono.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Wahyu Pratama
        Editor: Wahyu Pratama

        Bagikan Artikel: