Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) memberikan wejangan sekaligus peringatan untuk Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Ia menekankan pentingnya partai tersebut untuk "napak tanah" alias menjaga kedekatan dengan masyarakat sebagai fondasi utama dalam membangun kekuatan politik menuju Pemilu 2029.
Jokowi menegaskan bahwa keberhasilan partai tidak hanya ditentukan oleh struktur organisasi, tetapi juga oleh kemampuan setiap kader hadir secara konsisten di tengah kehidupan masyarakat.
Baca Juga: Polemik Kasus Ijazah, Roy Suryo Jadi Incaran Jokowi: Dakwaan Bisa Detil Banget Nanti
PSI menurutnya tidak boleh kehilangan orientasi terhadap kehidupan sehari-hari rakyat karena kedekatan tersebut merupakan modal politik yang tidak bisa digantikan.
"Jangan sampai kita kehilangan daya pijak, yaitu dekat dengan kehidupan sehari-hari rakyat kita. Kita harus hadir secara konsisten. PSI harus mampu menghadirkan manfaat yang nyata yang bisa langsung dirasakan oleh rakyat," ujarnya, dikutip Senin (3/8/2026).
Pesan tersebut menjadi penekanan agar seluruh kader tetap menjaga budaya kerja yang dekat dengan masyarakat atau "napak tanah", meski partai terus berkembang secara nasional.
Adapun Jokowi juga menilai penguatan organisasi hingga tingkat desa dan tempat pemungutan suara tetap menjadi pekerjaan rumah penting bagi sebuah partai apabila ingin bersaing pada Pemilu 2029.
Menurutnya, kekuatan partai akan ditentukan oleh jaringan organisasi yang solid sekaligus hubungan yang erat dengan masyarakat di tingkat akar rumput. Oleh karenanya, ia mengingatkan hal itu perlu dilakukan oleh PSI.
"Struktur partai adalah kunci kemenangan kita di 2029. Karena itu, struktur harus dibangun sampai ke desa, sampai ke TPS. Kuncinya ada di situ," tegasnya.
Baca Juga: Rocky Gerung: Dua Tahun Berjalan, Presiden Prabowo Terbebani Menteri dari Koalisinya Sendiri
Jokowi mengingatkan bahwa membangun struktur partai saja tidak cukup. Kedekatan dengan rakyat dan kemampuan menghadirkan manfaat nyata tetap menjadi faktor utama yang harus dijaga seluruh kader PSI.