Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Trump Turun Tangan! AS Bantu Jepang Hentikan Kejatuhan Yen

        Trump Turun Tangan! AS Bantu Jepang Hentikan Kejatuhan Yen Kredit Foto: Getty Images/Tomohiro Ohsumi
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Pemerintah Amerika Serikat (AS) dan Jepang resmi mengonfirmasi telah melakukan intervensi bersama di pasar valuta asing untuk menopang nilai tukar yen yang sempat menyentuh level terendah dalam 40 tahun terhadap dolar AS. Kedua negara juga menyatakan siap kembali melakukan intervensi apabila gejolak di pasar mata uang terus berlanjut.

        Mengutip Reuters, Kementerian Keuangan Jepang pada Senin (3/8/2026) menyatakan intervensi pembelian yen dilakukan bersama Departemen Keuangan AS pada Jumat (31/7/2026). Langkah tersebut merupakan intervensi bilateral pertama sejak 2011, ketika kedua negara bekerja sama merespons gejolak pasar pascagempa besar di Jepang.

        Dalam pernyataannya, Kementerian Keuangan Jepang menyebut aksi tersebut dilakukan untuk meredam volatilitas dan pergerakan nilai tukar yen yang dinilai berlebihan dalam beberapa bulan terakhir.

        "Kementerian Keuangan Jepang terus memantau perkembangan pasar dan berkomunikasi secara intensif dengan Departemen Keuangan Amerika Serikat. Kami tidak akan ragu melakukan intervensi bersama kembali," demikian pernyataan kementerian tersebut.

        Menteri Keuangan AS Scott Bessent turut menegaskan Washington siap kembali berpartisipasi apabila diperlukan.

        "Kami mendukung langkah tegas Jepang di pasar valuta asing dan kebijakan moneternya untuk mengoreksi pelemahan yen. Amerika Serikat tidak akan ragu berpartisipasi dalam intervensi bersama berikutnya," ujar Bessent.

        Sementara itu, Presiden AS Donald Trump mengatakan bantuan kepada Jepang merupakan bentuk persahabatan sekaligus upaya menjaga stabilitas ekonomi global.

        Mengutip CNN, Trump mengatakan pemerintah Jepang meminta bantuan setelah nilai tukar yen terus melemah.

        "Yen mereka sedang melemah dan mereka membutuhkan sedikit bantuan. Kami selalu siap membantu Jepang," kata Trump kepada wartawan di dalam Air Force One.

        Trump menambahkan bahwa stabilitas yen dinilai penting bagi perekonomian dunia, meski tidak menjelaskan secara rinci manfaat ekonomi yang akan diperoleh Amerika Serikat dari langkah tersebut.

        Intervensi Pertama dalam 15 Tahun

        Menurut Reuters, yen sebelumnya sempat melemah hingga mendekati level ¥164 per dolar AS, level terendah sejak pertengahan 1980-an. Pelemahan mata uang Jepang dipicu kombinasi tingginya selisih suku bunga Jepang-AS, kenaikan biaya impor energi akibat konflik di Timur Tengah, serta tekanan inflasi domestik.

        Data Bank of Japan (BOJ) menunjukkan pemerintah Jepang diperkirakan menggelontorkan dana hingga US$58,97 miliaruntuk membeli yen pada intervensi yang dilakukan di pasar New York pekan lalu.

        Setelah konfirmasi intervensi diumumkan, dolar AS sempat melemah terhadap yen dan diperdagangkan di kisaran ¥156,5-157 per dolar.

        Mengutip The Japan Times, sebelum intervensi diumumkan secara resmi, Trump telah menyampaikan bahwa AS membantu Jepang memperkuat yen sebagai bentuk dukungan terhadap sekutunya. Media tersebut juga melaporkan Departemen Keuangan AS telah memberi sinyal kepada sejumlah bank mengenai kemungkinan keterlibatan dalam operasi pasar valuta asing.

        Intervensi bersama tersebut kembali mengarahkan perhatian pasar kepada kebijakan Bank of Japan.

        Pekan lalu, BOJ mempertahankan suku bunga acuannya, tetapi memberikan sinyal peluang kenaikan suku bunga pada pertemuan berikutnya. Sebelumnya, bank sentral Jepang telah menaikkan suku bunga menjadi 1% pada Juni 2026, level tertinggi dalam 31 tahun. Namun, langkah tersebut belum mampu menghentikan tren pelemahan yen.

        Pejabat diplomasi mata uang Jepang Atsushi Mimura mengatakan pemerintah akan terus menyelaraskan kebijakan nilai tukar dengan arah kebijakan moneter BOJ.

        "Kami akan terus menyelaraskan kebijakan nilai tukar dengan kebijakan moneter Bank of Japan," ujarnya.

        Meski dinilai memiliki efek psikologis yang lebih kuat dibanding intervensi sepihak, sejumlah analis menilai koordinasi AS-Jepang belum tentu mampu membalikkan tren pelemahan yen dalam jangka panjang.

        Menurut Reuters, faktor fundamental seperti selisih suku bunga Jepang dan AS yang masih lebar serta tingginya harga energi akibat konflik geopolitik tetap menjadi tekanan utama bagi mata uang Jepang.

        Sebagai bagian dari koordinasi lanjutan, Menteri Keuangan AS Scott Bessent juga menyatakan Washington akan mempertimbangkan peningkatan kapasitas fasilitas Federal Reserve repurchase facility untuk menyediakan likuiditas dolar bagi Jepang tanpa harus menjual kepemilikan obligasi pemerintah AS. Langkah tersebut dinilai dapat memperkuat stabilitas pasar apabila intervensi lanjutan kembali diperlukan.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Annisa Nurfitri
        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: