Mengapa AS Ikut Perkuat Yen Jepang? Ini Alasan di Balik Intervensi Trump
Kredit Foto: Istimewa
Amerika Serikat (AS) untuk pertama kalinya dalam hampir 30 tahun melakukan intervensi di pasar valuta asing guna membantu memperkuat nilai tukar yen Jepang. Langkah tersebut diambil ketika mata uang Jepang terus melemah hingga mendekati titik terendah dalam hampir empat dekade.
Intervensi dilakukan secara terkoordinasi bersama pemerintah Jepang sebagai upaya menghentikan tekanan terhadap yen. Pemerintahan Presiden Donald Trump ikut membeli yen di pasar untuk membantu menstabilkan nilai mata uang Negeri Sakura.
Pelemahan yen selama beberapa tahun terakhir menjadi salah satu tantangan terbesar bagi perekonomian Jepang. Sebagai negara yang bergantung pada impor energi dan bahan pangan, penurunan nilai tukar membuat biaya impor meningkat dan mendorong inflasi.
Pemerintah Jepang sebenarnya telah menggelontorkan miliaran dolar sejak 2022 untuk menopang yen. Namun, tekanan pasar tetap berlanjut sehingga mata uang Jepang terus berada dalam tren pelemahan.
Kondisi tersebut diperparah oleh gangguan pasokan energi akibat konflik di Timur Tengah. Kenaikan harga minyak dan gas meningkatkan biaya impor Jepang yang berdampak langsung pada harga barang di dalam negeri.
Selain itu, kebijakan suku bunga rendah yang dipertahankan Bank Sentral Jepang (BOJ) membuat yen kurang menarik dibandingkan mata uang negara lain yang menawarkan imbal hasil lebih tinggi. Faktor ini turut mendorong investor melepas kepemilikan yen.
Keterlibatan Amerika Serikat dinilai tidak hanya didorong hubungan erat dengan Jepang sebagai sekutu strategis. Sejumlah analis menilai Washington juga memiliki kepentingan menjaga stabilitas pasar keuangan domestik.
Saat Jepang membeli yen untuk memperkuat mata uangnya, pemerintah Tokyo membutuhkan dolar AS. Salah satu sumber dana yang dapat digunakan adalah menjual sebagian kepemilikan obligasi pemerintah Amerika Serikat.
Jika penjualan obligasi AS dilakukan dalam jumlah besar, imbal hasil surat utang pemerintah Amerika berpotensi naik. Kondisi itu dapat meningkatkan biaya pinjaman pemerintah AS dan memengaruhi stabilitas pasar keuangan.
Peneliti Dewan Hubungan Luar Negeri Amerika Serikat, Rebecca Patterson, menilai stabilisasi yen juga menjadi kepentingan Washington.
"Bayangkan diri Anda berada di posisi Menteri Keuangan AS Scott Bessent," tulis Patterson, dikutip dari The Guardian.
"Adalah kepentingannya untuk melakukan apa pun yang dia bisa untuk membantu Jepang menstabilkan yen secepat mungkin," ujarnya.
Baca Juga: Menahan Yen di 160 per Dolar: Akankah Intervensi AS–Jepang Efektif?
Presiden Donald Trump mengonfirmasi bahwa Amerika Serikat memberikan dukungan kepada Jepang untuk menahan pelemahan yen. Menurutnya, langkah tersebut dilakukan karena Jepang tengah menghadapi tekanan besar terhadap nilai mata uangnya.
"Mereka mengalami pelemahan yen dan mereka membutuhkan sedikit bantuan. Dan kami selalu ada untuk Jepang," kata Trump.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Christian Andy
Editor: Christian Andy
Tag Terkait: