Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Ekspor RI Naik 8,84% pada Juni 2026, Ditopang Kinerja Nonmigas

        Ekspor RI Naik 8,84% pada Juni 2026, Ditopang Kinerja Nonmigas Kredit Foto: Antara/Indrianto Eko Suwarso
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor Indonesia mencapai US$25,46 miliar pada Juni 2026, meningkat 8,84% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Namun, kenaikan tersebut belum mampu mengimbangi lonjakan impor sehingga Indonesia mencatat defisit neraca perdagangan sebesar US$450 juta pada bulan tersebut.

        Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono mengatakan kenaikan ekspor ditopang oleh pertumbuhan ekspor nonmigas.

        "Jadi nilai ekspor Indonesia mencapai US$25,46 miliar pada Juni 2026 atau naik 8,84% dibandingkan US$23,39 miliar pada Juni 2025," ujar Ateng dalam konferensi pers di Kantor BPS, Jakarta, Senin (3/8/2026).

        Dari total ekspor tersebut, nilai ekspor migas mencapai US$1,07 miliar, sedangkan ekspor nonmigas sebesar US$24,39 miliar, atau meningkat 9,46% dibandingkan Juni 2025.

        Secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia sepanjang Januari-Juni 2026 mencapai US$140,81 miliar, tumbuh 4,13%dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sementara ekspor nonmigas tercatat US$134,58 miliar, naik 4,90% secara tahunan.

        Di sisi lain, nilai impor Indonesia pada Juni 2026 mencapai US$25,91 miliar, melonjak 34,27% dibandingkan Juni tahun lalu. Adapun impor nonmigas meningkat 25,05% menjadi US$21,35 miliar.

        Lonjakan impor tersebut membuat nilai impor pada Juni melampaui ekspor sehingga Indonesia membukukan defisit neraca perdagangan sebesar US$450 juta.

        Baca Juga: Inflasi RI Tembus 2,88%, Harga Pangan Kembali Jadi Biang Kerok

        Baca Juga: BPS Catat Defisit Neraca Dagang US$450 Juta pada Juni 2026

        Baca Juga: Indonesia Deflasi 0,14% pada Juli 2026, Dipicu Turunnya Harga Pangan

        Secara kumulatif, nilai impor sepanjang Januari-Juni 2026 mencapai US$137,24 miliar, meningkat 18,69% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

        Meski terjadi defisit pada Juni, Indonesia masih membukukan surplus neraca perdagangan sebesar US$3,58 miliarsepanjang semester I-2026.

        "Surplus tersebut berasal dari perdagangan nonmigas yang mencatat surplus US$19,35 miliar, sementara sektor migas mengalami defisit US$15,77 miliar," kata Ateng.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Dian Ihsan
        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: