Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Aktif Kritik Isu Gaza, Israel Mulai Usik Spanyol Lewat Krisis Ceuta

        Aktif Kritik Isu Gaza, Israel Mulai Usik Spanyol Lewat Krisis Ceuta Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Hubungan diplomatik Israel dan Spanyol kembali memanas setelah pejabat tinggi kedua negara terlibat aksi saling sindir di media sosial di tengah krisis migrasi yang melanda Ceuta, wilayah kantong Spanyol di pesisir Afrika Utara, Sabtu (1/8/2026).

        Ketegangan antara kedua negara tidak lagi terbatas pada isu perang Gaza, tetapi mulai merambah persoalan wilayah dan migrasi yang sensitif bagi Madrid.

        Aksi saling sindir bermula ketika Duta Besar Israel untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Danny Danon, mengkritik keputusan Spanyol menetapkan status darurat imigrasi. Dalam pernyataannya, Danon juga menyinggung status historis Ceuta dan Melilla sebagai wilayah kantong Spanyol di Afrika.

        Ceuta dan Melilla disebut sebagai wilayah kantong (enclave) Spanyol di Afrika karena secara geografis terletak di daratan Benua Afrika (berbatasan langsung dengan Maroko), tetapi secara politik dan administratif merupakan bagian berdaulat dari wilayah negara Spanyol.

        "Mungkin sebelum terus menggurui kami, sudah saatnya Spanyol menjelaskan kepada dunia mengapa negara itu masih mempertahankan wilayah-wilayah kantong peninggalan kolonial di Afrika," tulis Danon melalui akun X resminya.

        Baca Juga: Satelit Lampung-1 Dijadwalkan Meluncur dari China, Usung Teknologi AI di Orbit

        Pernyataan tersebut segera mendapat respons dari Menteri Transportasi Spanyol, Oscar Puente. Ia membalas secara singkat bahwa situasi geopolitik saat ini mulai tampak jelas.

        Balasan Puente kemudian memperkuat tuduhan yang berkembang di kalangan sejumlah politikus dan pengamat politik Spanyol. Mereka menilai terdapat keterlibatan Israel dalam menunggangi krisis migrasi Maroko untuk melemahkan pemerintahan Perdana Menteri Pedro Sanchez.

        Perang pernyataan ini menjadi episode terbaru dalam hubungan diplomatik Israel dan Spanyol yang terus memburuk sejak pecahnya perang di Gaza pada Oktober 2023. Sejak saat itu, Spanyol secara konsisten melontarkan kritik keras terhadap kebijakan militer Israel. 

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Amry Nur Hidayat
        Editor: Amry Nur Hidayat

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: