Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Pelatih Spanyol Murka, Argentina Diminta Bertanggung Jawab atas Kericuhan Final

Pelatih Spanyol Murka, Argentina Diminta Bertanggung Jawab atas Kericuhan Final Kredit Foto: Instagram/afaseleccion
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pelatih Timnas Spanyol Luis de la Fuente mendesak agar insiden kericuhan yang melibatkan Argentina setelah final Piala Dunia 2026 tidak dibiarkan begitu saja. Menurutnya, tindakan para pemain dan staf Albiceleste sudah melampaui batas dan layak mendapat perhatian serius dari FIFA.

Pernyataan itu muncul ketika FIFA masih menyelidiki bentrokan yang terjadi usai Spanyol mengalahkan Argentina 1-0 pada partai final Piala Dunia 2026.

Dalam penyelidikan tersebut, sejumlah nama menjadi sorotan. Leandro Paredes disebut terlibat aksi kasar terhadap Eric Garcia dan Gavi, sementara asisten pelatih Argentina Roberto Ayala diduga mengasari gelandang Spanyol Dani Olmo.

De la Fuente mengaku tidak menyaksikan langsung insiden tersebut karena sedang merayakan keberhasilan timnya mengangkat trofi Piala Dunia.

"Ketika insiden itu terjadi, saya tidak menyadarinya. Saya mungkin sedang merayakan kemenangan kami," kata Luis de la Fuente dalam wawancara dengan TVE.

Meski tidak melihat langsung, pelatih berusia 65 tahun itu tetap mengecam keras tindakan yang dilakukan kubu Argentina setelah mendapat laporan mengenai kericuhan tersebut.

"Saya tidak melihatnya karena saya sedang berpelukan dan merayakannya di area lapangan yang lain. Bagaimanapun juga, itu adalah sesuatu yang tidak bisa ditoleransi, tidak bisa diterima. Ini tidak boleh dibiarkan," tegasnya.

Menurut De la Fuente, perilaku seperti itu tidak pantas diperlihatkan oleh pemain maupun staf yang tampil di panggung sebesar final Piala Dunia.

Ia juga menilai tindakan tersebut justru mencoreng nilai sportivitas yang seharusnya dijunjung tinggi dalam sepak bola internasional.

"Para pemain di level seperti itu, yang saya puji-puji berkali-kali, dan mereka yang memiliki seorang pelatih, yang pastinya semenderita seperti kita ketika melihat reaksi seperti itu... Itu tidak dapat diterima," lanjutnya.

Baca Juga: Final Piala Dunia 2026 Spanyol vs Argentina Diulang? Wasit Dituding Korup

Di sisi lain, De la Fuente justru memberikan apresiasi kepada para pemain Spanyol yang dinilai mampu menjaga emosi ketika mendapat provokasi sepanjang kericuhan berlangsung.

Ia menyebut sikap para pemainnya menjadi bukti profesionalisme yang tetap terjaga meski berada dalam situasi penuh tekanan.

"Saya menyoroti sikap kami ketika di tengah agresi dan provokasi semacam itu. Para pemain kami selalu menjaga ketenangan mereka seperti atlet sejati," ujar De la Fuente.

Kericuhan seusai final membuat Argentina kini menghadapi ancaman sanksi dari FIFA apabila hasil investigasi membuktikan adanya pelanggaran disiplin yang dilakukan pemain maupun staf pelatih mereka.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama