Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Silaturahmi Jadi Blunder: Presiden BEM Unmul Disorot Usai Temui Jokowi

        Silaturahmi Jadi Blunder: Presiden BEM Unmul Disorot Usai Temui Jokowi Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Foto pertemuan Presiden BEM KM Universitas Mulawarman, Hiththan Hersya Putra, dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo di Solo memicu perdebatan luas. Momen yang berlangsung di kediaman pribadi Jokowi itu dianggap sebagian pihak bertentangan dengan prinsip independensi gerakan mahasiswa.

        Potret kebersamaan tersebut beredar di media sosial dan segera menuai beragam komentar dari kalangan mahasiswa maupun akademisi. Publik mempertanyakan maksud di balik pertemuan itu, sehingga polemik pun berkembang.

        Menanggapi sorotan tersebut, Hiththan menyampaikan klarifikasi melalui pernyataan tertulis. Ia menegaskan bahwa pertemuan itu tidak berkaitan dengan agenda politik, kepentingan ekonomi, maupun bentuk transaksi tertentu. Namun, ia mengakui kehadirannya sebagai sebuah kelalaian karena tidak mempertimbangkan sensitivitas posisinya sebagai Presiden BEM KM Unmul.

        Dalam pernyataannya, Hiththan menekankan bahwa sikap kritis BEM KM Unmul terhadap penyelenggara negara tidak akan berubah. 

        "BEM KM Universitas Mulawarman kemarin, sekarang, dan di masa yang akan datang akan tetap berdaya kritis terhadap seluruh penyelenggara negara dan pejabat publik, siapa pun orangnya dan dari mana pun asalnya tanpa pandang bulu, tanpa pengecualian, dan tanpa kompromi. BEM KM Universitas Mulawarman tidak mengukur keberpihakan dari siapa yang pernah ditemui, melainkan dari keberanian menyampaikan kebenaran kepada siapa pun yang sedang berkuasa," tulis Hiththan.

        Ia menambahkan, silaturahmi antarsesama warga negara tidak menghapus independensi sikap, karena ukuran sesungguhnya adalah integritas dan keberpihakan nyata kepada rakyat.

        Meski menegaskan tidak ada kepentingan tersembunyi, Hiththan tetap menyebut kehadirannya di kediaman Jokowi sebagai kekeliruan.

        Baca Juga: All Out Dukung PSI: Dua 'Backing' Jokowi Runtuh Bersamaan

        "Meskipun saya pastikan tidak ada kepentingan apa pun di balik pertemuan tersebut, saya tetap mengakui bahwa kehadiran saya dalam momen itu adalah kelalaian dalam menjaga kepekaan posisi sebagai Presiden BEM KM Universitas Mulawarman," ungkapnya. 

        Hiththan pun menyampaikan permintaan maaf kepada mahasiswa, civitas akademika Unmul, serta masyarakat Kalimantan Timu

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
        Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya

        Bagikan Artikel: