Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        IHSG Berpotensi Koreksi Jangka Pendek, BNI Sekuritas Rekomendasikan 6 Saham Pilihan

        IHSG Berpotensi Koreksi Jangka Pendek, BNI Sekuritas Rekomendasikan 6 Saham Pilihan Kredit Foto: Uswah Hasanah
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah tipis 0,03% ke level 6.234 pada perdagangan Senin (3/8/2026). Pelemahan ini turut diiringi aksi jual bersih (net sell) investor asing yang mencapai sekitar Rp759 miliar, mencerminkan masih tingginya tekanan di pasar saham domestik.

        Berdasarkan data perdagangan, saham-saham yang paling banyak dilepas investor asing antara lain PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), dan PT Astra International Tbk (ASII).

        Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman menilai IHSG masih berpotensi mengalami koreksi jangka pendek. 

        "Kami memperkirakan area support indeks berada di kisaran 6.140-6.180, sedangkan resistance berada pada level 6.260-6.300," kata dia dalam keterangan risetnya, Selasa (4/8/2026).

        Di tengah potensi koreksi tersebut, BNI Sekuritas tetap melihat sejumlah peluang trading jangka pendek pada beberapa saham pilihan.

        Saham PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) direkomendasikan dengan strategi speculative buy pada area Rp7.050-Rp7.075 per saham, dengan target harga Rp7.150-Rp7.200 per saham dan batas cut loss di bawah Rp7.000 per saham.

        Untuk PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN), rekomendasi speculative buy diberikan pada kisaran Rp885-Rp900 per saham, dengan target Rp910-Rp925 per saham dan cut loss di bawah Rp885 per saham.

        Sementara itu, PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) dinilai menarik menggunakan strategi buy on weakness di area Rp94-Rp97 per saham. Target harga berada di kisaran Rp99-Rp102 per saham, dengan cut loss di bawah Rp94 per saham.

        BNI Sekuritas juga merekomendasikan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) sebagai speculative buy pada level Rp825-Rp835 per saham. Saham ini diproyeksikan bergerak menuju Rp850-Rp860 per saham, dengan cut loss di bawah Rp820 per saham.

        Baca Juga: Tongkat Kendali Beralih, Robert Budi Hartono Resmi Jadi Pengendali Tunggal BCA

        Baca Juga: Purbaya Respons Namanya Masuk Bursa Gubernur BI: Nggak Pernah Jadi

        Baca Juga: APBN Terkuras Rp101,1 Triliun untuk MBG, Ini Penjelasan Purbaya

        Di sektor perkebunan, PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP) menjadi pilihan speculative buy pada area Rp1.430-Rp1.445 per saham. Target kenaikan berada di kisaran Rp1.460-Rp1.480 per saham, sementara cut loss dipasang di bawah Rp1.425 per saham.

        Adapun PT Delta Dunia Makmur Tbk (DOOH) direkomendasikan dengan strategi buy if break, yakni melakukan pembelian apabila harga berhasil menembus Rp264 per saham. Jika level tersebut terlewati, saham berpotensi menguat menuju Rp270-Rp290 per saham, dengan cut loss di bawah Rp258 per saham.

        Dia mengingatkan investor untuk tetap menerapkan manajemen risiko di tengah potensi volatilitas pasar, termasuk disiplin terhadap batas cut loss dan menyesuaikan strategi investasi dengan profil risiko masing-masing.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Dian Ihsan
        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: