Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Jokowi Sedang Lakukan 'Perjudian Politik' Luar Biasa

        Jokowi Sedang Lakukan 'Perjudian Politik' Luar Biasa Kredit Foto: Vico - Biro Pers Sekretariat Presiden
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Pengamat politik Adi Prayitno menilai Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) tengah melakukan perjudian politik luar biasa dengan mendukung penuh Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

        "Jadi ketika Jokowi menegaskan secara terbuka akan maksimal dan akan total membesarkan PSI, ini adalah semacam pertaruhan politik. Bahkan bahasa ekstremnya, ini adalah perjudian politik yang cukup luar biasa," ujar Adi dalam kanal YouTube Adi Prayitno Official, dikutip Selasa (4/8).

        Menurut Adi, Jokowi ingin menunjukkan bahwa dirinya masih memiliki pengaruh besar meski sudah tidak menjabat sebagai presiden. Dukungan politik ke PSI menjadi ukuran apakah Jokowi masih dicintai masyarakat.

        "Kalau 2029 PSI lolos ke parlemen untuk yang pertama kalinya, pastilah Jokowi akan diapresiasi 'ini adalah sebagai orang yang memang sakti mandraguna'," jelasnya.

        Begitu pula sebaliknya, jika PSI gagal loos ke parlemen di Pemilu 2029, maka Jokowi akan dianggap bukan siapa-siapa tanpa jabatan presiden dan tanpa PDIP.

        Sebelumnya, saat menghadiri Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) PSI Kota Kupang di Hotel Harper, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (1/8/2026), Jokowi menegaskan keyakinannya bahwa PSI punya peluang besar menembus DPR RI pada Pemilu 2029.

        Dalam pidatonya, Jokowi menekankan bahwa target PSI bukan sekadar lolos ke Senayan, melainkan meraih kemenangan besar di 2029. 

        "Sekali lagi saya sampaikan, target kita bukan hanya target masuk Senayan. Bukan itu. Target kita adalah kemenangan di 2029," kata Jokowi, dikutip Senin (3/8).

        Meski tidak merinci sasaran besar yang dimaksud, Jokowi menyebut kalkulasi politik PSI dan antusiasme kader di berbagai daerah sebagai modal kuat. Ia menilai membludaknya peserta Rakorda di Kupang menjadi bukti dukungan nyata.

        Baca Juga: Dua Kekuatan Besar Jokowi 'Hilang', PSI Jadi Satu-satunya Kartu Terakhir?

        "Kalau soal masuk Senayan, saya tidak mendahului dan tidak sombong. Tetapi kita punya hitung-hitungan, kita punya kalkulasi. Masuk," jelas Jokowi.

        "Kalau Rakorda di tingkat Kota Kupang penuh seperti ini, apa yang kita takutkan? Apa yang kita khawatirkan?" sambungnya. 

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
        Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya

        Bagikan Artikel: