Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Wilayah Asia Tenggara Akan Lebih Panas dan Kering hingga Oktober 2026

        Wilayah Asia Tenggara Akan Lebih Panas dan Kering hingga Oktober 2026 Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Negara-negara di Asia Tenggara diperkirakan akan menghadapi cuaca yang lebih panas dan kering dalam beberapa bulan mendatang seiring menguatnya fenomena El Nino.

        Kondisi tersebut juga meningkatkan risiko kebakaran hutan dan kabut asap lintas batas akibat berkurangnya curah hujan di sejumlah wilayah.

        Pusat Meteorologi Khusus ASEAN (ASEAN Specialized Meteorological Center/ASMC) di Singapura menyatakan fenomena El Nino saat ini telah berlangsung dan diperkirakan akan terus menguat selama periode Agustus hingga Oktober 2026.

        "Kondisi El Nino cenderung meningkatkan peluang curah hujan di bawah normal pada sebagian besar wilayah selatan ASEAN selama Agustus hingga Oktober," demikian pernyataan ASMC dalam prospek musiman terbarunya yang dirilis pada Selasa (4/8).

        Menurut ASMC, Angin Muson Barat Daya diprediksi akan bertahan hampir sepanjang Agustus hingga Oktober, dengan arah angin dominan yang bertiup dari tenggara dan barat daya.

        Kondisi tersebut menyebabkan sabuk hujan muson tetap berada di wilayah utara khatulistiwa. Akibatnya, sebagian besar kawasan selatan ASEAN diperkirakan akan mengalami cuaca yang lebih kering, sementara wilayah utara ASEAN justru berpotensi mengalami peningkatan curah hujan.

        Selain penurunan curah hujan, suhu udara di sebagian besar negara ASEAN juga diperkirakan berada di atas normal selama tiga bulan ke depan. Peningkatan suhu tersebut dikhawatirkan dapat memperparah kondisi kekeringan yang sudah terjadi.

        ASMC juga memperingatkan bahwa kombinasi antara musim kering berkepanjangan dan pola angin dominan dari tenggara serta barat daya berpotensi meningkatkan jumlah titik panas di sejumlah wilayah.

        Kondisi tersebut dapat memicu kebakaran hutan dan lahan yang pada akhirnya meningkatkan risiko kabut asap lintas batas di kawasan Asia Tenggara.

        Negara-negara ASEAN pun diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak El Nino, terutama terkait pengelolaan sumber daya air, sektor pertanian, serta upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ferry Hidayat
        Editor: Ferry Hidayat

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: