Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Prabowo Pamer Buka 4,1 Juta Lapangan Kerja Baru: Bukan dari MBG dan Kopdes

Prabowo Pamer Buka 4,1 Juta Lapangan Kerja Baru: Bukan dari MBG dan Kopdes Kredit Foto: Muchlis Jr - BPMI
Warta Ekonomi, Jakarta -

Presiden Prabowo Subianto membeberkan angka besar soal penciptaan lapangan kerja selama pemerintahannya. Dalam kurun waktu kurang dari dua tahun, ia menyebut sudah lebih dari 4,1 juta lapangan kerja baru terbuka di Indonesia.

Namun, ada satu hal yang ditegaskan Prabowo. Angka tersebut, menurutnya, bukan berasal dari program khusus pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) maupun Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih), melainkan dari realisasi investasi yang masuk ke Indonesia.

Hal itu disampaikan Prabowo dalam tayangan video saat berbincang dengan para jurnalis di kediamannya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Rabu (16/9/2026).

Baca Juga: Istana Akhirnya Buka Suara soal Pencopotan Purbaya, Gegara Obrak-abrik Kemenkeu?

"Kita sudah buka tahun ini 1,4 juta lapangan kerja, tahun 2025 2,7 juta lapangan kerja baru. Dan ini investasi bukan dari program pemerintah, bukan MBG, bukan Koperasi Merah Putih, bukan," kata Prabowo.

Jika digabungkan, angka yang disebut Prabowo tersebut mencapai sekitar 4,1 juta lapangan kerja, dengan 2,7 juta berasal dari realisasi investasi sepanjang 2025 dan 1,4 juta pada 2026. Data pemerintah juga mencatat realisasi investasi 2025 sebesar Rp1.931 triliun dan semester I 2026 sekitar Rp1.010 triliun.

Prabowo kemudian memaparkan capaian investasi yang menurutnya tetap menunjukkan hasil positif meski perekonomian global tengah menghadapi berbagai gejolak. Ia menyebut realisasi investasi tersebut telah berada pada jalur yang sesuai dengan target APBN.

"Lihat ya, investasi sampai sekarang menepati target APBN tahun 2025 Rp1931 triliun investasi. Ini belum selesai ya, ini angka Juni 2026 sudah Rp1010 triliun," ujarnya.

Realisasi investasi hingga Juni 2026 sendiri tercatat sekitar Rp1.010 triliun. Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM sebelumnya mencatat realisasi semester I 2026 mencapai Rp1.010,6 triliun dan menyerap 1.448.862 tenaga kerja Indonesia.

Tak berhenti pada capaian yang sudah terealisasi, Prabowo juga memberikan sinyal akan adanya gelombang investasi baru dalam beberapa pekan mendatang. 

"Ini berapa minggu ke depan ya Anda tunggu aja, karena saya sudah tahu ya akan ada investasi besar-besaran masuk ke Indonesia," ungkapnya.

Menurut Prabowo, investasi tersebut nantinya akan masuk dalam jumlah besar. Meski demikian, ia menegaskan tidak ingin terlalu banyak berbicara sebelum ada bukti yang bisa ditunjukkan.

"Akan besar-besaran, tapi saya ya nanti saya ini, nggak, saya ini orangnya itu ya saya selalu ingin evidence-based," lanjut dia.

"Kalau tidak ada evidence saya nggak mau bicara. Kalau Anda perhatikan saya belum 2 tahun saya memerintah, tapi yang saya laporkan yang sudah kita capai," tambah Prabowo.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri