Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Jokowi Pertaruhkan Semuanya di PSI: Jika Gagal, Berarti Dia Bukan Siapa-siapa Tanpa PDIP

        Jokowi Pertaruhkan Semuanya di PSI: Jika Gagal, Berarti Dia Bukan Siapa-siapa Tanpa PDIP Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) terlihat semakin aktif mendukung Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Di baliknya, hal tersebut menjadi ujian terbesar bagi masa depan karier politiknya usai tak lagi bersama dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

        Pengamat Politik Adi Prayitno menyebut keberhasilan maupun kegagalan partai yang didukung mantan presiden itu pada pemilu mendatang akan menjadi tolok ukur seberapa besar pengaruh dari Jokowi. Ia menjadi pertaruhan politik yang akan menentukan bagaimana sejarah mencatat kekuatan politik mantan kepala negara tersebut.

        Baca Juga: LSM Jadi Bekingan Penjual Tramadol di Cimahi, Dedi Mulyadi: Harus Ditindak, Sikat Saja

        "Ketika Jokowi all out ingin memenangkan PSI di 2029. Ini adalah pertaruhan politiknya yang sesungguhnya setelah tak lagi jadi presiden, setelah tak lagi bersama dengan PDI-P," ujar Adi dalam kanal YouTube Adi Prayitno Official, dikutip Rabu (5/8/2026).

        Adi menilai, selama ini masih banyak pihak yang mempertanyakan apakah popularitas politikus itu tetap mampu menggerakkan dukungan politik tanpa status sebagai presiden maupun tanpa kendaraan politik lamanya, PDIP.

        Karena itu, menurutnya pemilu mendatang akan menjadi momen pembuktian yang sesungguhnya bagi Jokowi. Jika partai yang didukungnya mampu menembus ambang batas parlemen dan memperoleh hasil signifikan, hal itu akan memperkuat anggapan bahwa mantan kepala negara itu masih memiliki pengaruh besar dalam peta politik nasional meski sudah tidak lagi memegang jabatan publik.

        Sebaliknya, apabila gagal memenuhi ambang batas parlemen, berbagai spekulasi mengenai menurunnya pengaruh politik sosok itu diperkirakan akan semakin menguat, yakni bahwa ia bukan siapa-siapa tanpa PDIP.

        "Kalau lolos, berarti dia hebat dan rekor politiknya tentu sangat luar biasa. Tapi kalau dia tidak mampu membawa mereka lolos ke parlemen, banyak pihak akan mengatakan bahwa, ya, dia sebenarnya bukan siapa-siapa tanpa PDI-P," tandasnya.

        Sebelumnya Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) memberikan wejangan sekaligus peringatan untuk Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Ia menekankan pentingnya partai tersebut untuk "napak tanah" alias menjaga kedekatan dengan masyarakat sebagai fondasi utama dalam membangun kekuatan politik menuju Pemilu 2029.

        PSI menurutnya tidak boleh kehilangan orientasi terhadap kehidupan sehari-hari rakyat karena kedekatan tersebut merupakan modal politik yang tidak bisa digantikan. Ia juga menegaskan target partai tersebut bukan hanya lolos ke gerbang gedung dewan, melainkan meraih kemenangan pada Pemilu 2029.

        Baca Juga: 'Makanya Disukabumikan,' Sutrimo Tahu Banyak Soal Emas 74 Kg di Rumahnya Febrie Adriansyah

        "Sekali lagi saya sampaikan, target kita bukan hanya target masuk Senayan. Bukan itu. Target kita adalah kemenangan di 2029," kata Jokowi.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Aldi Ginastiar
        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: