Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Totalnya Sepuluh Lebih, Diam-diam Jokowi 'Nabung' Gelar Adat hingga Raja dalam Satu Dekade

        Totalnya Sepuluh Lebih, Diam-diam Jokowi 'Nabung' Gelar Adat hingga Raja dalam Satu Dekade Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) ternyata telah mengumpulkan belasan gelar adat kehormatan dari berbagai daerah selama menjabat sebagai kepala negara di Indonesia . Penghormatan tersebut diberikan secara bertahap sejak awal masa kepemimpinannya pada periode pertama hingga setelah mengakhiri masa jabatan sebagai presiden.

        Kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Dian Sandi Utama mengatakan bahwa politikus itu memiliki 15 gelar adat kehormatan dalam kurun waktu lebih dari satu dekade.

        Baca Juga: Bau Racun di Balik Kematian Penjaga Rumah Febrie Adriansyah, Penasihat Kapolri: Jejak Seperti Itu...

        "Penganugerahan ini terhitung sejak 2014 sampai 2026," kata Dian Sandi Utama dalam unggahannya yang dikutip pada Kamis (6/8/2026).

        Berdasarkan daftar yang dibagikannya, berikut lima belas gelar adat kehormatan yang disebut telah diterima Jokowi. Beberapa diantaranya menempatkan sosok mantan presiden itu sebagai raja:

        1. Ki Jaka Winata.

        2. Biji Nagara Madafalo.

        3. Upu Kalatia Kenalean Da Ntul Po Deyo Routnya Hnulho Maluku.

        4. Kapiteng Lau Pulo.

        5. Kambepit.

        6. Tuanku Sri Indera Utama Junjungan Negeri.

        7. Raja Balaq Mangkunegara.

        8. Pinisepuh.

        9. Datuk Sri Amanah Negara.

        10. Darayeh Acang Aco.

        11. Mosalaki Ulu Beu Eko Bewa.

        12. La Ode Muhammad Joko Widodo Lakina Bhawaangi Yi Nusantara.

        13. Dada Madopo Malamo.

        14. Baginda Pamuka Bangsa.

        15. Sesepuh Raja-Raja Timor.

        Dian sendiri tidak menjelaskan secara rinci kapan maupun di daerah mana masing-masing gelar tersebut diberikan. Ia hanya menyampaikan daftar penghargaan adat yang disebut diterima politikus itu sebagai bentuk apresiasi dari berbagai komunitas adat di Tanah Air.

        Sorotan terhadap gelar adat ini sendiri kembali menguat seiring meningkatnya aktivitas politik dari Jokowi. Dalam beberapa pekan terakhir, ia tercatat melakukan kunjungan ke sejumlah daerah setelah menyatakan dukungan penuh kepada Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

        Sebelumnya Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) memberikan wejangan sekaligus peringatan untuk Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Ia menekankan pentingnya partai tersebut untuk "napak tanah" alias menjaga kedekatan dengan masyarakat sebagai fondasi utama dalam membangun kekuatan politik menuju Pemilu 2029.

        PSI menurutnya tidak boleh kehilangan orientasi terhadap kehidupan sehari-hari rakyat karena kedekatan tersebut merupakan modal politik yang tidak bisa digantikan. Ia juga menegaskan target partai tersebut bukan hanya lolos ke gerbang gedung dewan, melainkan meraih kemenangan pada Pemilu 2029.

        Baca Juga: Soal Wacana Pemakzulan Gibran, PSI: Memangnya Ban Serep Bisa Apa Kalau Semua Masih Berfungsi Baik?

        "Sekali lagi saya sampaikan, target kita bukan hanya target masuk Senayan. Bukan itu. Target kita adalah kemenangan di 2029," kata Jokowi.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Aldi Ginastiar
        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: