Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Eri Cahyadi Minta Mal di Surabaya Turunkan Pagar Tinggi: Jangan Bikin Warga Takut

        Eri Cahyadi Minta Mal di Surabaya Turunkan Pagar Tinggi: Jangan Bikin Warga Takut Kredit Foto: Pemkot Surabaya
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meminta pengelola pusat perbelanjaan di Kota Pahlawan tidak memasang pagar yang terlalu tinggi. Menurutnya, Surabaya tetap aman sehingga tidak ada alasan untuk menimbulkan kesan seolah-olah masyarakat harus merasa khawatir.

        Eri mengaku telah bertemu dengan sejumlah pengelola mal untuk membahas persoalan tersebut. Ia menyarankan agar tinggi pagar disesuaikan karena dinilai dapat mengurangi estetika bangunan sekaligus memunculkan persepsi negatif di tengah masyarakat.

        "Jadi insyaallah nanti kami koordinasikan, yang saya ingin ketika ada pagar itu ada, orang jalan itu semakin terang, tidak terlalu tinggi yang mencerminkan orang itu merasa takut gitu. Padahal kota Surabaya ini aman," kata Eri, Rabu (5/8).

        Ia menegaskan tidak meminta pengelola membongkar pagar yang sudah terpasang. Menurutnya, cukup dengan menurunkan ketinggian pagar agar tidak menimbulkan kesan berlebihan.

        "Kenapa kami tidak menyampaikan itu (pembongkaran pagar) karena tidak semua mal di Surabaya begitu. Hanya dua atau tiga mal saja," ujarnya.

        Eri juga membantah anggapan bahwa pemasangan pagar dilakukan untuk mengantisipasi aksi massa. Menurut dia, pagar dibangun semata-mata demi meningkatkan keamanan pengunjung.

        Ia mencontohkan kondisi di kawasan Tunjungan Plaza. Banyak pengunjung yang nekat menyeberang Jalan Basuki Rahmat secara sembarangan meski telah tersedia Jembatan Penyeberangan Orang (JPO).

        "Kalau orang menyeberang kan langsung di depan itu, jadi orang lompat menyeberangi. Kami juga sering tegur, agar orang tidak menyeberang di depan Tunjungan Plaza, karena sudah ada JPO," ucapnya.

        "Mereka (pemilik mal) menyampaikan, diberi pagar sehingga bisa keluar ke kanan atau kiri dan bisa dipantau. Tapi saya bilang pagarnya jangan terlalu tinggi, dipikir nanti ada apa-apa atau rasa kekhawatiran, padahal tidak seperti itu," lanjut Eri.

        Untuk mendukung keselamatan pengguna jalan, Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Perhubungan juga memasang barrier beton di Jalan Basuki Rahmat. Langkah tersebut dilakukan agar pejalan kaki memanfaatkan JPO dan tidak menyeberang langsung di jalur kendaraan.

        Baca Juga: Menko Polkam: Pemasangan Pagar di Sejumlah Mal Tak Ada Kaitannya dengan Isu Aksi Massa

        Belakangan, pemasangan pagar tinggi di sejumlah pusat perbelanjaan menjadi sorotan publik. Fenomena itu muncul di beberapa kota, termasuk Jakarta dan Surabaya.

        Di Surabaya, pagar tinggi terlihat dipasang di sejumlah mal milik Pakuwon Group, seperti Pakuwon Mall, Royal Plaza, Pakuwon City Mall, dan Tunjungan Plaza. Pengelola sebelumnya telah membantah pemasangan pagar tersebut berkaitan dengan isu perlambatan ekonomi maupun antisipasi aksi massa.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Christian Andy
        Editor: Christian Andy

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: