- Home
- /
- Kabar Finansial
- /
- Bursa
INDY Dapat Suntikan Dana US$155 Juta dari DBS untuk Garap Tambang Emas
Kredit Foto: Istimewa
PT Indika Energy Tbk (INDY) mendapatkan tambahan pendanaan senilai US$155 juta dari PT Bank DBS Indonesia. Fasilitas kredit tersebut akan dimanfaatkan untuk mendukung pengembangan proyek tambang emas di Sulawesi Selatan, sekaligus memperkuat langkah perseroan dalam mendiversifikasi sumber pendapatan di luar bisnis batu bara.
Kesepakatan pembiayaan itu resmi ditandatangani pada 5 Agustus 2026. Sejumlah anak usaha Indika Energy juga terlibat dalam transaksi tersebut, yakni PT Indika Inti Corpindo, PT Tripatra Multi Energi, PT Tripatra Engineering, PT Tripatra Engineers and Constructors, serta Tripatra (Singapore) Pte. Ltd. yang bertindak sebagai penjamin awal.
Sebagai bagian dari transaksi, perseroan turut menandatangani berbagai dokumen pendukung, meliputi perjanjian fasilitas, dokumen jaminan, perjanjian konfirmasi jaminan, hingga dokumen tambahan terkait perjanjian antarkreditur.
Fasilitas tersebut memiliki jaminan dengan kedudukan pari passu sesuai ketentuan dalam indenture obligasi senior Indika Energy yang menawarkan kupon 8,75% dan akan jatuh tempo pada 2029.
Corporate Secretary Indika Energy, Adi Pramono menyatakan, seluruh dana pinjaman akan difokuskan untuk membiayai kebutuhan belanja modal (capex) dalam pengembangan konsesi tambang emas milik PT Masmindo Dwi Area, anak perusahaan yang sepenuhnya dimiliki oleh Indika Energy.
Menurut dia, pendanaan ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang perusahaan dalam mengurangi ketergantungan terhadap bisnis batu bara.
"Transaksi dilakukan untuk mendukung upaya transisi perseroan yang lebih luas dari bisnis batu bara menuju portofolio bisnis yang lebih terdiversifikasi," ujar Adi dalam keterbukaan informasi BEI, Kamis (7/8/2026).
Baca Juga: Alfamart Makin Cuan! Laba AMRT Naik Jadi Rp2 Triliun di Semester I-2026
Baca Juga: Indika Energy Alokasikan 99% Belanja Modal ke Bisnis Non-Batubara
Baca Juga: Emiten Happy Hapsoro UANG Makin Boncos, Rugi Bersih Melonjak 52%
Kinerja Keuangan Semester I
Indika Energy membukukan laba bersih sebesar US$10,19 juta pada semester I-2026 atau melonjak sekitar 355% dibandingkan laba bersih US$2,24 juta pada periode yang sama tahun lalu.
Kenaikan laba ditopang oleh pertumbuhan pendapatan yang mencapai US$1,14 miliar, meningkat 19,15% dari US$956,8 juta pada semester I 2025. Di sisi lain, beban pokok kontrak dan penjualan turut meningkat menjadi US$965,7 juta dari US$824 juta seiring naiknya aktivitas usaha.
Meski beban operasional bertambah, Indika Energy tetap berhasil meningkatkan laba kotor menjadi US$181,1 juta dari US$132,7 juta.
Laba sebelum pajak juga naik menjadi US$53,8 juta dibandingkan US$31 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya. Alhasil, laba per saham dasar ikut meningkat menjadi US$0,0020 dari sebelumnya US$0,0004.
Dari sisi neraca, total aset perseroan hingga akhir Juni 2026 tercatat sebesar US$3,22 miliar, lebih tinggi dibandingkan US$2,93 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Total liabilitas meningkat menjadi US$1,87 miliar dari US$1,58 miliar, sedangkan ekuitas berada di kisaran US$1,34 miliar.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Dian Ihsan
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: