Dedi Mulyadi Ngotot Lanjutkan Sayembara Tangkap Penjahat: Kita Harus Buat Mereka Takut
Kredit Foto: Rahmat Saepulloh
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan sikapnya untuk melanjutkan sayembara bagi warga yang berhasil membantu mengungkap atau melumpuhkan pelaku kejahatan jalanan.
Menurutnya, program tersebut bukan sekadar soal hadiah, tetapi bagian dari upaya membangun keberanian masyarakat agar tidak lagi dikuasai rasa takut terhadap begal.
Dedi menyebut sayembara tersebut merupakan bentuk psikologi publik untuk membangkitkan keberanian warga Jawa Barat. Ia ingin mengubah situasi ketika masyarakat justru merasa takut terhadap pelaku kejahatan menjadi kondisi sebaliknya, yakni pelaku yang harus merasa gentar ketika beraksi.
"Saya bikin sayembara untuk membangunkan kita tidak boleh takut oleh begal, begal yang harus takut oleh kita," kata Dedi dalam sambutan di kegiatan pengungkapan kejahatan jalanan dan pemusnahan barang bukti di Mapolda Jabar belum lama ini.
Baca Juga: Dihujani Kritik, Dedi Mulyadi: Saya Tidak Pernah Berubah, yang Berubah Hanya Satu...
"Sayembara itu tidak ada akhirnya karena itu adalah reward terhadap warga yang punya partisipasi memberikan dukungan terhadap aparat dalam penyelesaian problem kejahatan termasuk yang tadi pembakaran dan sejenisnya," ujarnya.
Bagi Dedi, keterlibatan masyarakat diperlukan untuk mengembalikan keberanian warga dalam menjaga keamanan lingkungan. Ia menilai masyarakat perlu kembali memiliki semangat untuk menjaga kampung halaman dan tidak membiarkan ruang publik dikuasai oleh rasa takut.
"Karena kita ini masyarakat, kita ini perlu dipacu adrenalinnya. Sudah lama warga kita ini agak tertidur sehingga kita sekarang membangkitkan kembali semangat untuk menjaga kampung dan kemudian menjadi jawara," katanya.
Dedi beranggapan jumlah pelaku kejahatan jalanan sebenarnya jauh lebih sedikit dibandingkan jumlah masyarakat yang terdampak rasa takut akibat tindakan mereka. Karena itu, ia ingin mengubah cara pandang tersebut agar masyarakat tidak merasa seolah-olah berada dalam posisi yang selalu terancam.
"Masa 100 orang membuat takut 100.000 orang? Gak bisa. Kita yang harus buat takut mereka," ujarnya.
Ia kemudian mencontohkan penghargaan yang sebelumnya diberikan kepada seorang pengemudi ojek online.
"Kemarin saya sudah kasih hadiah tuh Rp25 juta sama yang Shopeefood yang menggagalkan anak bawa senjata tajam untuk tawuran. Jadi nanti ojol, kalau ojol bisa nangkap maling nangkap begal dan tidak mengalami penyiksaan, dikirim dalam keadaan utuh ke Polda langsung, besoknya ketemu saya saya kasih hadiah," terangnya.
Meski mendorong keberanian masyarakat, Dedi tetap mengingatkan agar warga tidak bertindak sembarangan. Ia meminta masyarakat berhati-hati dan tidak gegabah menuduh seseorang sebagai pelaku kejahatan.
Menurutnya, upaya membantu aparat tetap harus dilakukan dengan memastikan identitas dan dugaan pelaku secara tepat. Jangan sampai semangat memberantas kejahatan justru menimbulkan salah sasaran atau tindakan yang bertentangan dengan ketentuan hukum.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri
Tag Terkait: