Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        BMHS Perkuat Ekosistem Kesehatan Ibu dan Anak Lewat Edukasi Keluarga

        BMHS Perkuat Ekosistem Kesehatan Ibu dan Anak Lewat Edukasi Keluarga Kredit Foto: Azka Elfriza
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        PT Bundamedik Tbk (BMHS) menilai tantangan tumbuh kembang anak di era modern tidak lagi hanya bergantung pada akses layanan kesehatan, tetapi juga kesiapan keluarga dalam mendampingi setiap tahap kehidupan anak. Untuk itu, perseroan memperkuat pendekatan layanan kesehatan ibu dan anak melalui integrasi pelayanan medis, edukasi, dan pendampingan keluarga.

        Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Bunda Parenting Convention 2026 oleh RSIA Bunda Jakarta dalam rangka memperingati Hari Anak Internasional dan Pekan Menyusui Sedunia. Mengusung tema From The First Heartbeat to a Bright Future, Every Step Matters, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem pengasuhan yang mendukung tumbuh kembang anak sejak masa kehamilan.

        Presiden Komisaris PT Bundamedik Tbk, Ivan Rizal Sini, mengatakan pembangunan kualitas sumber daya manusia dimulai dari kesehatan ibu dan anak. Karena itu, layanan kesehatan perlu didukung edukasi serta keterlibatan keluarga.

        "Selama lebih dari lima dekade, BMHS terus memperkuat ekosistem keluarga agar mampu mendampingi tumbuh kembang anak sejak awal kehidupan hingga tumbuh optimal. Komitmen ini kami wujudkan dengan mengintegrasikan layanan klinis, edukasi, dan pendampingan keluarga, sekaligus aktif membuka ruang kolaborasi bagi berbagai pemangku kepentingan dalam ekosistem pengasuhan," ujar Ivan, Jakarta, Minggu (9/8/2026). 

        Menurutnya, pendekatan tersebut bertujuan memastikan keluarga memperoleh dukungan yang relevan dan berkelanjutan dalam menghadapi tantangan pengasuhan di era modern.

        Sebagai bagian dari strategi penguatan layanan, BMHS terus mengembangkan sejumlah Center of Excellence, antara lain layanan kesehatan wanita dan anak, robotic surgery, uro-nefrologi, ortopedi, digestif, hingga kardiovaskular.

        Khusus di RSIA Bunda Jakarta, pelayanan ibu dan anak diperkuat melalui penerapan Family Integrated Care (FICare)di ruang Neonatal Intensive Care Unit (NICU). Pendekatan tersebut melibatkan orang tua sebagai bagian dari tim perawatan bayi dan dipadukan dengan Kangaroo Mother Care (KMC) serta edukasi antenatal dan pascapersalinan.

        Dalam konvensi tersebut, BMHS juga menghadirkan berbagai sesi edukasi mengenai persiapan kehamilan, perawatan bayi baru lahir, deteksi dini gangguan tumbuh kembang, penanganan masalah makan pada anak, hingga pencegahan obesitas melalui kolaborasi dengan institusi pendidikan.

        Selain itu, terdapat sesi Ayah ASI yang menyoroti pentingnya keterlibatan ayah dalam mendukung keberhasilan pemberian ASI eksklusif selama enam bulan dan dilanjutkan hingga anak berusia dua tahun.

        Komisaris Independen BMHS, Retno Marsudi, menilai dukungan keluarga menjadi faktor penting dalam membangun kualitas generasi sejak dini.

        "Sebagai seorang ibu, saya percaya bahwa ibu adalah arsitek kehidupan. Nilai dan prinsip tidak pertama kali disemai di institusi pendidikan, tetapi dari rumah sejak dini. Dengan teamwork sebagai kunci dalam keluarga serta lingkungan yang mendukung, ibu dapat menjalankan kedua perannya secara optimal. Karena itu, empowering women means investing in a brighter and better future," katanya.

        Dokter Spesialis Anak RSIA Bunda Jakarta, I Gusti Ayu Nyoman Partiwi, menambahkan bahwa tantangan pengasuhan saat ini semakin kompleks karena keluarga juga harus menghadapi derasnya arus informasi kesehatan yang belum tentu kredibel.

        Karena itu, menurutnya, edukasi yang tepat menjadi bagian penting dalam mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

        Baca Juga: BMHS Ungkap Ancaman Baru Industri Kesehatan, Mulai dari Kurs Hingga Inflasi Medis

        Baca Juga: Sarwendah Ajak Co-Parenting, Kubu Ruben Onsu: Dia Paham Nggak Sih Artinya?

        Sementara itu, Dokter Anak Konsultan Neonatologi RSIA Bunda Jakarta, R. Adhi Teguh Perma Iskandar, menekankan pentingnya keterlibatan keluarga, khususnya dalam perawatan bayi prematur.

        Menurutnya, proses perawatan tidak berhenti ketika bayi diperbolehkan pulang dari rumah sakit, melainkan membutuhkan dukungan aktif seluruh anggota keluarga agar pertumbuhan dan perkembangan bayi dapat berlangsung optimal.

        Melalui penyelenggaraan Bunda Parenting Convention 2026, BMHS berharap dapat memperkuat ekosistem kesehatan ibu dan anak melalui sinergi layanan klinis, edukasi, dan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Annisa Nurfitri
        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: