Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Terbukti Palsu atau Asli, Titik Terang Isu Ijazah Jokowi dan Gibran Diprediksi Akan Muncul Bersamaan

        Terbukti Palsu atau Asli, Titik Terang Isu Ijazah Jokowi dan Gibran Diprediksi Akan Muncul Bersamaan Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Masyarakat terus menyoroti polemik mengenai dokumen pendidikan milik Presiden ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Kali ini, dua hal tersebut diprediksi akan terkuat dalam waktu bersamaan di Indonesia.

        Eks Sekretaris Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Muhammad Said Didu menyampaikan bahwa ia melihat kedua isu tersebut memiliki momentum yang berdekatan. Ia bahkan menyampaikan prediksi bahwa akan ada dua perkembangan yang terjadi secara bersamaan.

        Baca Juga: Diduga Dikorupsi, Momen Plt Bupati Bekasi Tak Jawab Telepon Dedi Mulyadi soal Dana Bonus Atlet Jabar

        "Sepertinya akan terjadi secara bersamaan," kata Said Didu, dikutip Selasa (11/8/2026).

        Menurut Said Didu, terdapat dua hal yang ia klaim akan terungkap. Klaim pertama berkaitan dengan ijazah mantan presiden, sedangkan klaim kedua menyangkut dokumen pendidikan wakil presiden saat ini.

        "Ijazah bapaknya terbukti palsu, dan anaknya tidak punya ijazah setara SMA," tandasnya.

        Sebelumnya, Eks Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) Denny Indrayana membuat langkah tak biasa di tengah polemik mengenai ijazah milik Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

        Ia membuka sayembara bagi siapa pun yang mampu menunjukkan atau mendapatkan ijazah sekolah menengah pertama atau sederajat milik politikus muda itu, dengan hadiah uang tunai sebesar Rp100 juta.

        Nilai hadiah tersebut ternyata bukan angka awal yang direncanakan Denny. Ia mengungkapkan semula ingin memberikan hadiah hingga Rp1 miliar. Namun, rencana itu urung dilakukan setelah mendapat masukan dari istrinya.

        “Siapa pun yang bisa menunjukkan atau mendapatkan ijazah sekolah menengah pertama/sederajat mas wapres, akan saya berikan hadiah Rp100 juta. Tadinya mau Rp1 miliar, tapi istri saya bilang, ‘aduh, kebanyakan.’ Maklum kita tidak punya berangkas dengan emas dan dolar,” kata Denny.

        Adapun Ijazah Jokowi juga masih berpolemik terkait dengan keasliannya. Universitas Gadjah Mada (UGM) telah menjelaskan data dan dokumen administratif yang mencatat perjalanan pendidikan dari Jokowi. Berdasarkan catatan itu, mantan presiden itu tercatat masuk sebagai mahasiswa, menjalani proses pendidikan, menyelesaikan studinya, memperoleh ijazah, hingga mengikuti prosesi wisuda pada 1985.

        Penjelasan tersebut menjadi dasar posisi kampus itu dalam menghadapi pertanyaan mengenai ijazah Jokowi. Kampus menyatakan memiliki bukti mengenai status politikus itu sebagai mahasiswa serta perjalanan akademiknya sampai lulus.

        Baca Juga: Belum Semua Hal Terungkap Soal Kasus Ijazah Jokowi, Dokter Tifa Akan Bongkar Minggu Ini

        Sementara itu, pertanyaan mengenai keaslian fisik dokumen yang terus diperdebatkan publik ditempatkan sebagai persoalan yang berbeda. Terlebih jika pertanyaan tersebut berasal dari pihak yang menyatakan adanya dugaan pemalsuan atau ketidaksesuaian soal ijazah yang dimiliki oleh Jokowi.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Aldi Ginastiar
        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: