Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Rocky Gerung: Londo Ireng Jadi Simbol Pengkhianat, Megawati Simpan Dendam

        Rocky Gerung: Londo Ireng Jadi Simbol Pengkhianat, Megawati Simpan Dendam Ilustrasi: Wafiyyah Amalyris K
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Pengamat politik Rocky Gerung menafsirkan istilah Londo Ireng yang digunakan Presiden Prabowo Subianto untuk menyindir pihak-pihak tertentu sebagai simbol pengkhianatan.

        Menurut Rocky, publik memang mengakui adanya pengkhianat, yang dalam pandangan radikal merujuk pada Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi). Ia dianggap mengkhianati konstitusi dan menyulut dendam Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

        Dalam tradisi Jawa, Londo Ireng berarti “Belanda hitam” dan identik dengan pengkhianatan terhadap perjuangan rakyat. Istilah ini dahulu dipakai untuk menyebut pihak yang berpihak pada kolonial Belanda. 

        "Tapi bagi publik umum merasa ya memang ada pengkhianat kok. Siapa yang londo ireng? Misalnya kalau kita radikalkan ya Jokowi. Siapa yang mesti ucapkan itu? Publik. Siapa yang paling dendam dengan isu itu? Megawati," ujarnya dalam kanal YouTube Total Politik, dikutip Selasa (11/8).

        Sebagai informasi, PDIP secara resmi menilai Jokowi melakukan pelanggaran berat terhadap AD/ART partai. Ia dianggap membangkang karena tidak mendukung pasangan Ganjar Pranowo–Mahfud MD yang diusung PDIP, melainkan mengarahkan dukungan ke kubu Prabowo Subianto yang berpasangan dengan putranya, Gibran Rakabuming Raka.

        Selain itu, sejumlah pengamat hukum menilai Jokowi mencederai konstitusi karena menggunakan pengaruh kekuasaan untuk meloloskan Gibran sebagai cawapres melalui putusan Mahkamah Konstitusi (MK) No. 90/PUU-XXI/2023, yang dipimpin oleh adik iparnya, Anwar Usman. Langkah ini dicap sebagai bentuk nepotisme yang merusak tatanan hukum dan moralitas demokrasi.

        Sebelumnya, Prabowo dalam sambutannya di Peringatan Hari Lahir ke-28 PKB di Jakarta Convention Center, Kamis (23/7/2026), menyebut mentalitas londo ireng masih ada hingga kini. Ia menilai sebagian orang Indonesia lebih senang mengabdi kepada kepentingan bangsa asing daripada bangsa sendiri.

        Baca Juga: Rocky Gerung Beri Bocoran Menteri yang Pasti Akan Diganti Prabowo

        "Kita tahu ada orang-orang Indonesia yang senang mengabdi dan berbakti kepada bangsa lain. Itu yang dulu kita sebut Londo Ireng. Iya, yang ikut Belanda perang lawan kita, Londo-Londo Ireng ini sampai sekarang masih ada, hanya dia sekarang pakai baju lain kan," kata Prabowo.

        Ia juga menyindir kalangan wartawan, jurnalis, pengamat, dan LSM. "harus kita tanya, yang gaji lu siapa? Yang bayar listrikmu siapa? Yang bayar handphonemu siapa? Cari pekerjaan susah, kita tahu kan?" imbuhnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
        Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya

        Bagikan Artikel: